Celana Kulot Kembali Dominasi Tren Fesyen 2026, dari Runway hingga Gaya Harian
XJABAR.COM – Celana kulot bukan sekadar nostalgia—siluet bawahan berpotongan lebar ini kembali menguasai panggung mode internasional dan menjadi salah satu pilihan utama fesyen 2026. Kehadirannya konsisten di runway brand global seperti COS, Tory Burch, dan Chloé, sekaligus mendominasi street style di kota-kota mode dunia dalam beberapa musim terakhir.
Yang membedakan kebangkitan kali ini: kulot hadir bukan hanya sebagai pernyataan gaya, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan pakaian yang fungsional sekaligus estetis.
Mengapa Kulot Relevan di 2026
Pergeseran selera konsumen global kini semakin mengarah pada wearability—pakaian yang bisa berpindah konteks, dari ruang kerja ke ruang santai, tanpa harus berganti penampilan. Kulot mengisi celah itu dengan tepat: berada di persimpangan antara formal dan kasual, dengan tampilan yang tetap terstruktur.
Lisqia Lalantika, Marketing Manager UNIQLO Indonesia, menjelaskan daya tarik siluet ini dari sudut pandang konsumen masa kini:
“Kulot jadi salah satu siluet yang banyak digemari saat ini karena menjawab kebutuhan masyarakat modern akan pakaian yang tidak hanya stylish, tapi juga nyaman dan mudah dipadupadankan.”
UNIQLO merespons tren ini lewat koleksi Spring/Summer 2026 yang mengusung filosofi LifeWear—pakaian dirancang untuk kenyamanan sepanjang hari tanpa mengorbankan estetika. Koleksi kulot mereka hadir dalam tiga varian material dengan karakter dan pendekatan styling yang berbeda.
Tiga Pilihan Kulot UNIQLO Spring/Summer 2026
Kulot Drapey Denim: Denim yang Jatuh Lembut
Varian pertama membawa interpretasi baru pada material denim yang selama ini identik dengan kekakuan. Kulot Drapey Denim menggunakan campuran katun–lyocell yang menghasilkan efek jatuh lembut—jauh dari kesan denim konvensional.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






