Lifestyle

4 Teknik Styling Scarf ala Alexandra Lapp x Buttonscarves

9
×

4 Teknik Styling Scarf ala Alexandra Lapp x Buttonscarves

Sebarkan artikel ini
Scarf bukan sekadar pelengkap outfit. Di tangan yang tepat, ia adalah elemen yang mengangkat keseluruhan tampilan dari biasa menjadi berkelas — dan kolaborasi antara influencer mode Jerman Alexandra Lapp dengan brand modest wear asal Indonesia
Scarf bukan sekadar pelengkap outfit. Di tangan yang tepat, ia adalah elemen yang mengangkat keseluruhan tampilan dari biasa menjadi berkelas — dan kolaborasi antara influencer mode Jerman Alexandra Lapp dengan brand modest wear asal Indonesia

4 Teknik Styling Scarf ala Influencer Jerman Alexandra Lapp dalam Kolaborasi dengan Buttonscarves

XJABAR.COM – Scarf bukan sekadar pelengkap outfit. Di tangan yang tepat, ia adalah elemen yang mengangkat keseluruhan tampilan dari biasa menjadi berkelas — dan kolaborasi antara influencer mode Jerman Alexandra Lapp dengan brand modest wear asal Indonesia, Buttonscarves, membuktikan hal itu secara konkret. Keduanya tidak hanya merilis koleksi bersama, tetapi juga membagikan empat teknik styling scarf yang dapat langsung diterapkan untuk berbagai kesempatan, dari daily wear hingga pertemuan formal.

Filosofi di Balik Styling: Satu Focal Point, Satu Statement

Sebelum masuk ke teknis, ada prinsip dasar yang menjadi fondasi seluruh pendekatan styling dalam kolaborasi ini. Linda Anggrea, CEO Buttonscarves, menjelaskan:

“Kunci dari styling ini adalah menjaga keseimbangan, memilih satu focal point dalam outfit, lalu membiarkan scarf menjadi highlight yang memberikan karakter pada keseluruhan look. Dengan begitu, setiap styling tetap terasa effortless, modern, dan relevan untuk berbagai kesempatan, baik untuk daily wear maupun acara yang lebih formal.”

Pernyataan ini disampaikan Linda kepada Lifestyle Liputan6.com secara tertulis pada Jumat, 3 April 2026. Prinsip “satu focal point” ini menjadi benang merah yang mengikat keempat teknik berikut.

4 Teknik Styling Scarf dari Alexandra Lapp

1. Scarf sebagai Aksesori Pinggang

Teknik pertama menempatkan scarf jauh dari area leher atau kepala — justru di pinggang. Caranya: lipat scarf memanjang hingga berbentuk pita, lilitkan atau ikat di salah satu sisi pinggang, dan biarkan ujungnya menjuntai bebas untuk menciptakan efek flowy yang dinamis.

Alexandra sendiri menerapkan teknik ini pada busana serba denim dengan celana potongan cutbray — kombinasi yang mengubah outfit kasual menjadi tampilan dengan aksesori yang punya karakter kuat. Scarf di pinggang berfungsi memecah monotoni warna seragam dan menciptakan dimensi visual yang tidak bisa didapat dari ikat pinggang konvensional.

2. Scarf sebagai Pemanis Leher

Ini teknik paling klasik dalam dunia fashion, tetapi pendekatan Alexandra memberinya napas segar. Lipat scarf menjadi bentuk segitiga kecil atau pita tipis (slim), lalu ikat di leher dengan simpul loose — bisa menghadap ke depan atau sedikit ke samping. Sebagian ujung scarf dapat diselipkan ke dalam blazer atau kemeja untuk tampilan yang lebih terstruktur.

Teknik ini bekerja paling optimal saat dipadukan dengan blazer atau tailored jacket. Hasilnya adalah kesan Parisian chic yang elegan namun tidak terasa dibuat-buat — persis karakter yang ingin dihadirkan Buttonscarves di setiap koleksinya.

3. Scarf sebagai Elemen Layering Outfit

Alexandra mendemonstrasikan bahwa scarf mampu memperkuat dan memoles tampilan keseluruhan ketika diposisikan sebagai bagian dari layering — bukan sekadar tambahan di luar outfit. Caranya: lipat scarf memanjang, lilitkan secara longgar di leher, dan biarkan menjuntai mengikuti garis vertikal blazer dengan sedikit terlihat di bagian neckline.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *