Perbedaan ini memperkuat pandangan bahwa AI merupakan sektor yang sangat teknis dan bergerak cepat, sehingga lebih menguntungkan bagi mereka yang baru lulus dari dunia akademis atau riset dan masih sangat dekat dengan perkembangan teknologi terbaru.
Kasus Alexandr Wang dan Scale AI
Salah satu contoh paling mencolok adalah Alexandr Wang, pendiri Scale AI yang memiliki valuasi sekitar US$ 29 miliar. Wang direkrut oleh Meta dalam kesepakatan senilai US$ 14,3 miliar untuk memimpin unit riset AI baru bernama TBD Labs.
Dari perspektif investasi, langkah Meta tersebut menunjukkan bahwa talenta muda dengan rekam jejak membangun perusahaan bernilai tinggi kini menjadi aset strategis. Bahkan figur senior seperti Yann LeCun harus berada dalam struktur kepemimpinan baru yang lebih berorientasi pada kecepatan dan eksekusi pasar.
Pola Investasi Baru di Era AI
Fokus pada Kecepatan dan Eksperimen
Fridtjof Berge, salah satu pendiri Antler, menjelaskan bahwa kriteria investor terhadap pendiri startup telah berubah. Kemampuan untuk bergerak cepat, bereksperimen, dan melakukan iterasi berulang kini menjadi faktor utama.
Dalam konteks investasi, pendekatan ini dipandang lebih relevan karena pasar AI masih sangat dinamis. Investor tidak hanya mencari produk jadi, tetapi juga tim yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
Pengalaman Korporat Bukan Lagi Jaminan
Berge juga menilai bahwa pengalaman korporat yang terlalu lama justru bisa menjadi penghambat dalam ekosistem AI. Pendiri yang masih muda sering kali memiliki pola pikir lebih fleksibel dan tidak terikat pada pendekatan lama.
Bagi investor, hal ini menjadi pertimbangan penting. Tim pendiri yang “berpikir segar” dinilai lebih mampu menciptakan terobosan dan memanfaatkan peluang pasar yang masih terbuka luas.
Dampak bagi Ekosistem Investasi Global
AI Mengubah Strategi Portofolio
Lonjakan valuasi dan kecepatan scaling startup AI memaksa investor global untuk menyesuaikan strategi portofolio mereka. Banyak firma modal ventura kini meningkatkan alokasi dana ke sektor AI, bahkan dengan risiko valuasi yang lebih tinggi.





