Moore menyebut bahwa mengambil tanggung jawab melebihi kapasitas dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi.
Perasaan Bersalah dan Tekanan Internal
Selain itu, perasaan bersalah juga kerap muncul ketika mereka tidak mampu memenuhi ekspektasi yang telah dibangun sendiri.
Hal inilah yang pada akhirnya dapat mengganggu kebahagiaan dalam jangka panjang.
Bagaimana Cara Mengatasi Beban Ini?
Menyadari Pola yang Terbentuk Sejak Kecil
Para ahli menekankan bahwa langkah pertama untuk mengatasi kondisi ini adalah menyadari pola yang terbentuk sejak kecil.
Dengan memahami asal-usul peran tersebut, seseorang dapat mulai mengevaluasi apakah peran itu masih relevan dalam kehidupannya saat ini.
Menetapkan Batasan dalam Hubungan
Selain itu, penting untuk mulai menetapkan batasan (boundaries) dalam hubungan, baik dengan keluarga maupun lingkungan sosial.
Seseorang tetap dapat membantu orang lain, tetapi tidak harus mengambil semua tanggung jawab sendirian.
Mengapa Self-Compassion Menjadi Penting?
Belajar Lebih Lembut pada Diri Sendiri
Harris juga menekankan pentingnya self-compassion atau sikap welas asih terhadap diri sendiri.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencoba melakukan hal-hal yang mungkin terlewat di masa kecil karena terlalu banyak tanggung jawab.
Langkah Praktis untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Selain itu, memberi ruang untuk beristirahat, tidak menyalahkan diri saat melakukan kesalahan, serta mencari dukungan dari orang lain juga dapat membantu.
Menurut Harris, ketika seseorang mulai bersikap lebih ramah terhadap diri sendiri, kualitas hidup secara keseluruhan dapat meningkat.
Kesimpulan: Tekanan yang Tak Terlihat Namun Nyata
Fenomena anak perempuan pertama yang rentan tidak bahagia menunjukkan bahwa tekanan dalam keluarga tidak selalu terlihat secara langsung. Beban tanggung jawab, ekspektasi sosial, serta pola asuh yang terbentuk sejak kecil menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi ini.
Memahami akar masalah menjadi langkah penting untuk menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan sehat secara mental.
Opini Penulis – Aaf Afiatna
Menurut saya, fenomena ini sangat relevan dengan kondisi banyak keluarga saat ini. Tanpa disadari, peran anak perempuan sulung sering kali terlalu dibebani sejak kecil.
Hal ini bukan berarti peran tersebut sepenuhnya salah, tetapi perlu ada keseimbangan agar tidak berdampak negatif dalam jangka panjang.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






