Lifestyle

Benarkah Wanita Harus Sering Menangis agar Terhindar dari Kanker dan Autoimun? Ini Penjelasan Medisnya

15
×

Benarkah Wanita Harus Sering Menangis agar Terhindar dari Kanker dan Autoimun? Ini Penjelasan Medisnya

Sebarkan artikel ini
Wanita harus sering menangis agar tak terkena kanker dan autoimun, benarkah? Pernyataan ini menjadi perbincangan luas di media sosial setelah seorang dokter menyampaikan pandangannya
Wanita harus sering menangis agar tak terkena kanker dan autoimun, benarkah? Pernyataan ini menjadi perbincangan luas di media sosial setelah seorang dokter menyampaikan pandangannya

Ia menyatakan:

“Betul. Saya bersaksi ini benar. Autoimun dan kanker seringkali terjadi karena ada salah satu faktor psikososial yang kita ga kepikiran: Terlalu baik. Apa-apa dipendem sendiri. Ga ngeluh. Baik. Semua orang diayomi. Bukan karena trauma, tapi kadang udah natural aja silent treatment-in emosi sendiri. Padahal ada teori psikoneuroimmunologi: apa yang kamu rasa pasti dipikirin dan apa yang dipikirin banyak ngaruh ke imun,” tulisnya, dikutip melalui akun Threads @qorryamanda.

Kapan dan Di Mana Pernyataan Ini Muncul?

Muncul pada Maret 2026 di Media Sosial

Diskusi ini mulai ramai sejak 20 Maret 2026, ketika tanggapan dokter Qorry Amanda diunggah dan menyebar luas di media sosial.

Platform Threads sebagai Pemicu Viral

Platform Threads menjadi tempat awal penyebaran pernyataan ini, yang kemudian menarik perhatian pengguna lain dan memicu diskusi lebih luas mengenai kesehatan mental dan fisik.

Siapa yang Terlibat dalam Diskusi Ini?

Dokter Qorry Amanda sebagai Narasumber

Dokter Qorry Amanda menjadi figur utama dalam diskusi ini, dengan memberikan penjelasan medis terkait hubungan antara emosi dan sistem imun.

Respons dari Masyarakat

Sejumlah pengguna media sosial turut memberikan tanggapan, salah satunya akun @verlizatasha yang menuliskan pengalaman pribadinya:

“Saya cengeng banget, cerita dikit udah nangis makanya sering nangisnya di kamar mandi biar ga diketahui anggota keluarga karena saya gengsi & keluarga taunya saya wonder woman, padahal saya cuma remahan rengginang. Semoga ga autoimun,” tulisnya.

Mengapa Menangis Dikaitkan dengan Kesehatan?

Peran Emosi dalam Sistem Imun

Dalam konsep psikoneuroimunologi, kondisi psikologis seseorang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Emosi yang ditekan atau tidak diekspresikan dengan baik dapat menimbulkan tekanan internal.

Dampak Menahan Emosi

Dokter Qorry menjelaskan bahwa perempuan yang terbiasa menahan emosi berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena tekanan batin yang tidak tersalurkan dapat memengaruhi respons tubuh terhadap penyakit.

Bagaimana Emosi Mempengaruhi Kesehatan Fisik?

Kaitan antara Pikiran dan Tubuh

Psikoneuroimunologi menjelaskan bahwa:

  • Pikiran memengaruhi sistem saraf
  • Sistem saraf memengaruhi sistem imun
  • Sistem imun menentukan respons tubuh terhadap penyakit

Menangis sebagai Bentuk Pelepasan Emosi

Menangis dapat menjadi salah satu cara tubuh melepaskan tekanan emosional. Dalam konteks ini, ekspresi emosi dianggap memiliki dampak positif terhadap keseimbangan mental dan fisik.

Risiko Jika Emosi Terpendam

Jika emosi terus ditekan, tubuh dapat mengalami:

  • Stres berkepanjangan
  • Penurunan daya tahan tubuh
  • Kerentanan terhadap penyakit

Apakah Pernyataan Ini Sepenuhnya Benar?

Perlu Pemahaman yang Seimbang

Meskipun terdapat hubungan antara emosi dan sistem imun, pernyataan bahwa menangis dapat mencegah kanker dan autoimun tidak dapat disederhanakan secara mutlak.

Faktor Penyebab Penyakit yang Kompleks

Penyakit seperti kanker dan autoimun dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Genetik
  • Lingkungan
  • Gaya hidup
  • Sistem imun

Dampak Viral terhadap Kesadaran Publik

Meningkatkan Diskusi Kesehatan Mental

Viralnya pernyataan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

Perlu Edukasi yang Tepat

Namun, informasi yang beredar di media sosial tetap perlu dikaji secara kritis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Kesimpulan: Emosi Penting, Tapi Bukan Satu-Satunya Faktor

Pernyataan mengenai pentingnya menangis dalam menjaga kesehatan membuka diskusi penting tentang hubungan antara emosi dan tubuh. Namun, penting untuk memahami bahwa kesehatan tidak ditentukan oleh satu faktor saja.

Pendekatan yang seimbang antara kesehatan mental dan fisik menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan secara keseluruhan.

Opini Penulis: Aaf Afiatna

Fenomena viral seperti ini menunjukkan bagaimana masyarakat semakin terbuka terhadap isu kesehatan mental. Namun, penting untuk tidak menarik kesimpulan secara berlebihan dari satu sudut pandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *