Berita

Dari Gang Sempit ke Gerakan Nyata, Warga Bandung Bangun Ketahanan Pangan

4
×

Dari Gang Sempit ke Gerakan Nyata, Warga Bandung Bangun Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan dengan latar belakang mural tematis dan estetis karya pemuda setempat dan luar daerah. (Ist)
Foto bersama usai kegiatan dengan latar belakang mural tematis dan estetis karya pemuda setempat dan luar daerah. (Ist)

Bandung, XJABAR.COM – Di tengah ramainya isu krisis global, sejumlah warga di pinggiran Kota Bandung justru memilih bergerak dari level komunitas. Gerakan mereka senyap namun terukur membedah isu-isu ketahanan pangan dan perubahan iklim, dalam diskusi sersan, serius tapi santai.

Inilah yang terjadi, Minggu 5 April 2026, di sebuah gang sempit di RW 02 Gempolsari, Bandung Kulon, dalam kemasan halal bihalal. Lima komunitas dari wilayah Cekungan Bandung berkumpul dalam acara Halal Bihalal.

Lima komunitas yang terlibat dalam forum ini antara lain Komunitas Karasa Bandung, Ruang Riung Ceria, RDTS Tamansari, Jasmine Integrated Urban Farming, dan Mitra Dago (MIGOKUPEDULI). Mereka datang dengan semangat yang sama, yakni membangun kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Penggagas kegiatan, pegiat lingkungan Ramalis Sobandi, dikutip Senin 6 April 2026, menegaskan perubahan bisa dimulai dari bawah. “Komunitas memiliki peran penting dalam menciptakan solusi nyata di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ucap Ramalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *