“PERINGATAN: Kebocoran Database Penduduk Bandung,” tulis akun tersebut di unggahannya, dikutip dari detikJabar, yang melihat unggahan tersebut, Senin 6 April 2026.
VECERT Analyzer menyebutkan kebocoran ini diduga melibatkan lebih dari satu juta data individu yang berisi informasi pribadi sensitif. Data tersebut disebut-sebut diambil secara ilegal dari sistem catatan kependudukan resmi.
“Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung, Indonesia. Pelaku ancaman dengan nama “petrusnism” telah merilis sebuah database yang berisi informasi pribadi rinci dari lebih dari satu juta warga, yang diduga diambil secara ilegal dari catatan resmi kependudukan,” ucapnya.






