Kegaduhan ini dipicu oleh unggahan akun X (Twitter) VECERT Analyzer yang mengklaim jutaan data warga Bandung diduga jebol. Lebih mengkhawatirkan lagi, data itu disebut-sebut berpotensi dikuasai kelompok hacker bernama Petrusnism.
Farhan menduga, sumber kebocoran bukan berasal dari daerah. Ia malah menyorot kemungkinan adanya celah di sistem pusat, mengingat kejadian serupa juga muncul di sejumlah kota lain.
“Bisa jadi ini terjadi di pusat, bukan hanya Bandung,” ujarnya.






