Lifestyle

Ahli Gizi Peringatkan Risiko Diet Tinggi Protein Berlebihan terhadap Kesehatan Pencernaan

38
×

Ahli Gizi Peringatkan Risiko Diet Tinggi Protein Berlebihan terhadap Kesehatan Pencernaan

Sebarkan artikel ini
Diet tinggi protein berlebihan kini menjadi perhatian para ahli gizi setelah tren konsumsi makanan berprotein tinggi semakin meluas di berbagai negara.
Diet tinggi protein berlebihan kini menjadi perhatian para ahli gizi setelah tren konsumsi makanan berprotein tinggi semakin meluas di berbagai negara.

Cohen menjelaskan bahwa banyak orang yang terlalu fokus pada konsumsi protein sehingga mengabaikan nutrisi lain yang seharusnya menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Beberapa nutrisi yang sering terabaikan antara lain:

  • serat
  • karbohidrat
  • lemak sehat
  • vitamin dan mineral

“Kita melihat orang mulai kekurangan nutrisi penting seperti serat, karbohidrat, lemak sehat, dan nutrisi lain karena terlalu fokus pada protein,” jelas Cohen.

Padahal setiap jenis nutrisi memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pentingnya Serat dalam Pola Makan

Serat, misalnya, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Nutrisi ini membantu memperlancar proses pencernaan serta mendukung keseimbangan bakteri baik dalam usus.

Jika seseorang terlalu fokus mengonsumsi makanan tinggi protein tetapi rendah serat, maka kesehatan usus dapat terganggu dalam jangka panjang.

Selain itu, karbohidrat juga merupakan sumber energi utama bagi tubuh, sementara lemak sehat berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Kebutuhan Protein Harian Sebenarnya Tidak Tinggi

Pedoman Kesehatan Nasional Australia

Menurut pedoman kesehatan nasional Australia, kebutuhan protein harian bagi orang dewasa sebenarnya tidak terlalu besar.

Rata-rata kebutuhan protein adalah:

  • sekitar 46 gram per hari untuk perempuan
  • sekitar 64 gram per hari untuk laki-laki

Kebutuhan tersebut umumnya dihitung berdasarkan berat badan seseorang, yaitu sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari.

Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 70 kilogram membutuhkan sekitar 56 gram protein setiap hari.

Jumlah tersebut biasanya sudah dapat terpenuhi melalui pola makan normal yang mencakup berbagai sumber protein alami.

Sumber Protein dari Makanan Sehari-hari

Beberapa sumber protein yang umum dikonsumsi dalam makanan sehari-hari antara lain:

  • daging
  • ikan
  • telur
  • susu dan produk olahannya
  • kacang-kacangan
  • tahu dan tempe

Dengan mengonsumsi makanan tersebut secara seimbang, sebagian besar orang sebenarnya sudah memenuhi kebutuhan protein harian tanpa perlu tambahan produk tinggi protein.

Produk Protein Olahan Bisa Ganggu Sistem Pencernaan

Banyak Mengandung Bahan Tambahan

Selain masalah keseimbangan nutrisi, Cohen juga menyoroti risiko gangguan pencernaan akibat konsumsi produk protein olahan.

Menurutnya, banyak produk protein yang diproses secara industri mengandung berbagai bahan tambahan yang tidak ditemukan pada makanan alami.

Bahan tambahan tersebut dapat berupa:

  • pemanis buatan
  • pewarna makanan
  • pengawet
  • zat aditif lainnya

“Produk protein yang sangat diproses sering mengandung pemanis, pewarna, dan berbagai bahan tambahan yang tidak ditemukan pada makanan alami,” kata Cohen.

Dampak terhadap Kesehatan Usus

Bahan tambahan dalam makanan olahan tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan mikrobiota usus, yaitu komunitas bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan manusia.

Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, seperti:

  • perut kembung
  • rasa tidak nyaman di perut
  • gangguan pencernaan
  • diare

Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kesehatan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Tren Diet Protein Dipicu Tekanan Gaya Hidup Modern

Pengaruh Budaya Kebugaran

Para ahli menilai bahwa popularitas diet tinggi protein tidak hanya dipicu oleh industri makanan, tetapi juga oleh budaya kebugaran yang berkembang dalam masyarakat modern.

Banyak orang mengaitkan konsumsi protein tinggi dengan pembentukan tubuh yang lebih berotot dan penampilan fisik yang lebih ideal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *