Lifestyle

Ahli Gizi Peringatkan Risiko Diet Tinggi Protein Berlebihan terhadap Kesehatan Pencernaan

37
×

Ahli Gizi Peringatkan Risiko Diet Tinggi Protein Berlebihan terhadap Kesehatan Pencernaan

Sebarkan artikel ini
Diet tinggi protein berlebihan kini menjadi perhatian para ahli gizi setelah tren konsumsi makanan berprotein tinggi semakin meluas di berbagai negara.
Diet tinggi protein berlebihan kini menjadi perhatian para ahli gizi setelah tren konsumsi makanan berprotein tinggi semakin meluas di berbagai negara.

Menurut Cohen, tekanan untuk memiliki bentuk tubuh tertentu sering kali mendorong seseorang menjalani pola makan yang terlalu ketat.

“Obsesi terhadap protein sering berkaitan dengan keinginan untuk memiliki bentuk tubuh tertentu,” ujarnya.

Risiko Pola Diet yang Tidak Seimbang

Ketika seseorang terlalu fokus pada satu jenis nutrisi, pola makan yang dijalani sering kali menjadi tidak seimbang.

Padahal tubuh manusia membutuhkan kombinasi berbagai nutrisi agar dapat berfungsi dengan optimal.

Pola makan yang terlalu ketat atau tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme hingga penurunan energi.

Pentingnya Pola Makan Seimbang

Protein Tetap Diperlukan

Cohen menegaskan bahwa protein tetap merupakan bagian penting dari setiap menu makan.

Namun jumlahnya tidak perlu berlebihan.

Ia menyarankan agar porsi protein dalam satu kali makan kira-kira setara dengan ukuran telapak tangan.

Pendekatan ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa mengorbankan nutrisi lainnya.

Kombinasi Nutrisi yang Seimbang

Menu makan yang sehat sebaiknya mencakup berbagai jenis nutrisi dalam proporsi yang seimbang.

Selain protein, makanan sehari-hari juga perlu mengandung:

  • sayuran dan buah-buahan
  • karbohidrat kompleks
  • lemak sehat

“Kita ingin ada protein dalam setiap makanan, tetapi tidak perlu dalam jumlah sangat besar,” kata Cohen.

Menurutnya, pola makan yang beragam tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh.

Opini Penulis – Aaf Afiatna

Menurut penulis Aaf Afiatna, tren diet tinggi protein menunjukkan bagaimana industri makanan dan budaya kebugaran dapat mempengaruhi cara masyarakat memandang nutrisi.

Dalam banyak kasus, label “tinggi protein” sering dianggap sebagai simbol makanan sehat, meskipun sebenarnya kebutuhan protein manusia tidak sebesar yang dipromosikan dalam berbagai kampanye pemasaran.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya literasi gizi di masyarakat agar konsumen dapat memahami kebutuhan nutrisi tubuh secara lebih rasional.

Kesehatan tubuh tidak ditentukan oleh satu jenis nutrisi saja, melainkan oleh keseimbangan berbagai unsur gizi yang bekerja bersama dalam menjaga fungsi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *