Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi tingkat stres, kecemasan, serta potensi gangguan psikologis pada penyintas bencana, mulai dari remaja hingga lanjut usia.
Sementara itu, kondisi kesehatan fisik para pengungsi juga terus dipantau oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat, Kementerian Kesehatan, serta relawan mahasiswa dari Universitas Jenderal Achmad Yani.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar, baik fisik maupun mental, para penyintas dapat terpenuhi dengan baik. (*)





