“SMPN 43 Kota Bandung menjadi salah satu sekolah percontohan. Minimal setiap sekolah memiliki dua kader kesehatan remaja yang terlatih,” jelas Emma.
Kepala SMPN 43 Kota Bandung, Elis Rahmawati menambahkan, pemberian tablet tambah darah kepada siswi dilakukan secara rutin, terutama saat masa menstruasi. Program ini sudah berjalan sejak 2018.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 160 siswi, ditemukan sekitar 30 siswi mengalami gejala anemia. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah untuk terus menekan angka anemia pada remaja.







