Selain dampak lingkungan, eco-lifestyle juga berpengaruh positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup. Lingkungan yang lebih bersih dapat menurunkan risiko gangguan pernapasan, meningkatkan kenyamanan ruang publik, serta menciptakan kota yang lebih layak huni.
Tantangan Menerapkan Eco-Lifestyle di Kota
Meski kesadaran lingkungan meningkat, penerapan eco-lifestyle di perkotaan masih menghadapi berbagai tantangan. Gaya hidup urban yang serba cepat dan konsumtif menjadi hambatan utama. Keterbatasan ruang tinggal di apartemen atau rumah berukuran kecil juga menyulitkan praktik seperti pemilahan sampah atau pengomposan.
Selain itu, produk ramah lingkungan sering kali dibanderol dengan harga lebih mahal, sementara infrastruktur pendukung seperti sistem daur ulang belum merata. Penelitian Urban Sustainability: Challenges and Opportunities (2025) menekankan bahwa tantangan keberlanjutan tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dari struktur sistem perkotaan itu sendiri.
Praktik Eco-Lifestyle yang Bisa Dilakukan
Di tengah berbagai tantangan tersebut, masyarakat urban tetap memiliki ruang untuk berkontribusi. Pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), penggunaan transportasi publik, serta konsumsi air dan energi secara bijak menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan.
Penelitian Urban Household Behavior in Indonesia (2025) menunjukkan bahwa kepercayaan diri individu dan norma sosial berperan besar dalam mendorong praktik zero waste di lingkungan perkotaan. Keterlibatan dalam komunitas lingkungan juga membantu menjaga konsistensi perubahan perilaku.





