Bagi konsumen, kondisi ini berarti satu hal: harga smartphone murah kemungkinan akan semakin langka. Bahkan jika harga nominal terlihat tidak naik drastis, nilai yang diterima konsumen bisa menurun melalui penyesuaian spesifikasi.
Strategi Produsen Menjaga Daya Beli Konsumen
Untuk menghindari penurunan permintaan secara tajam, produsen diperkirakan akan menerapkan strategi yang lebih halus dalam menyikapi kenaikan biaya produksi. Pendekatan ini sebelumnya juga digunakan saat industri menghadapi kenaikan tarif dan tekanan logistik global.
Avi Greengart, Presiden dan analis utama Techsponential, memprediksi bahwa produsen akan berusaha menyamarkan kenaikan harga agar tidak langsung terasa oleh konsumen.
Penyesuaian Spesifikasi sebagai Kompromi
Salah satu strategi yang paling mungkin diterapkan adalah mengurangi kapasitas penyimpanan pada model dasar. Konsumen mungkin akan menemukan ponsel dengan memori internal yang lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya, sementara opsi dengan kapasitas besar dibanderol dengan harga jauh lebih tinggi.
Selain itu, penggunaan komponen generasi sebelumnya, seperti panel layar atau sensor kamera yang masih layak pakai, menjadi pilihan realistis untuk menekan biaya. Dari sudut pandang konsumen awam, perbedaan ini mungkin tidak langsung terasa, namun secara nilai keseluruhan, produk menjadi kurang kompetitif.
Konsumen Kelas Menengah di Posisi Paling Rentan
Segmen konsumen kelas menengah menjadi pihak yang paling terdampak oleh dinamika ini. Kelompok ini umumnya memiliki anggaran terbatas namun tetap menginginkan perangkat dengan performa dan fitur modern.
Jika harga ponsel kelas menengah naik terlalu tinggi, konsumen akan dihadapkan pada dilema antara membeli perangkat lama, beralih ke merek alternatif, atau menunda pembelian.
Perpanjangan Siklus Penggantian Ponsel
Salah satu dampak nyata dari tekanan daya beli adalah semakin panjangnya siklus penggantian ponsel. Konsumen kini cenderung menggunakan perangkat lebih lama, menunggu momen yang dianggap tepat untuk upgrade.
Tren ini berpotensi menekan volume penjualan di segmen menengah, meskipun secara nilai pasar tetap terlihat stabil karena kontribusi dari perangkat premium.
Ponsel Lipat dan Konsumen Berdaya Beli Tinggi
Di segmen super premium, terutama ponsel lipat dengan harga mencapai Rp 31 juta atau sekitar US$ 2.000, produsen relatif memiliki fleksibilitas lebih besar. Konsumen di segmen ini umumnya tidak terlalu sensitif terhadap harga dan lebih tertarik pada inovasi serta eksklusivitas.





