Purwakarta, XJABAR.COM – Ribuan ekor ikan mas mati massal di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Purwakarta, akibat cuaca ekstrem yang terjadi hampir sepekan terakhir.
Hujan deras tanpa sinar matahari memicu fenomena upwelling, yakni naiknya air dasar waduk yang minim oksigen ke permukaan. Kondisi ini membuat ikan tidak mampu bertahan dan mati mengambang.
Petani KJA, Roni, menyebut kematian ikan di kolam miliknya mulai terjadi sejak Kamis 22 Januari 2026, malam. Dari 32 petak kolam yang terdampak, hampir satu ton ikan mati. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
“Ikan masih muda, belum masuk masa panen. Dipindahkan pun tetap mati karena kualitas air sudah buruk,” ujar Roni.
Kematian ikan dilaporkan terjadi hampir di seluruh area KJA Waduk Jatiluhur. Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Sebagian bangkai ikan mas dimanfaatkan sebagai pakan ikan patin untuk mengurangi kerugian. Sementara ikan yang masih hidup namun sekarat tidak bisa dijual ke pasar karena ukurannya kecil dan kualitasnya menurun. (*)





