Orang nomor satu di Jabar itu secara tegas mengkritik praktik pengelolaan anggaran yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.
Ia menyinggung banyaknya pungutan yang masih dibebankan kepada rakyat, mulai dari iuran tingkat RT hingga berbagai kegiatan sosial, di tengah kewajiban pajak yang sudah dibayarkan.
“Pertanyaannya, dengan begitu banyak pungutan, apakah kita sudah lebih sejahtera dari negara lain?” tegas Gubernur yang kerap dijuluki “Bapak Aing”.
Lebih lanjut, ia menyebut jika sebenarnya kunci perbaikan terletak pada efisiensi dan realokasi anggaran agar lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam refleksi kepemimpinan, Gubernur KDM pun menyampaikan filosofi bahwa seorang pemimpin sejati harus selalu hadir untuk rakyat. “Pemimpin tidak bisa tidur ketika masih ada rakyat yang lapar, tidak sekolah, atau kesulitan berobat,” ucapnya.






