Pendekatan ini dinilai sejalan dengan semangat awal industri kripto, yakni desentralisasi dan pengurangan ketergantungan pada otoritas tunggal.
Peran WLFI dalam Ekspansi Use Case Kripto
Bagi World Liberty Financial (WLFI), kemitraan dengan Spacecoin memperluas posisi proyek tersebut di luar ranah keuangan digital. Pendiri WLFI, Zak Folkman, menyebut bahwa keterbatasan konektivitas internet masih menjadi hambatan besar bagi adopsi teknologi digital di banyak wilayah.
Dengan terlibat dalam proyek internet satelit berbasis blockchain, WLFI berupaya memperluas use case kripto ke sektor infrastruktur. Langkah ini juga mencerminkan strategi diversifikasi, di mana proyek kripto mulai mencari nilai tambah di luar ekosistem DeFi dan perdagangan aset digital.
Model Biaya Rendah Jadi Daya Tarik DePIN
Salah satu faktor yang membuat DePIN menarik bagi industri kripto adalah potensi efisiensi biaya. Spacecoin menargetkan tarif layanan internet sekitar 1 hingga 2 dolar AS per bulan, jauh di bawah harga layanan internet satelit konvensional.
Tantangan Keberlanjutan Model Ekonomi
Meski menjanjikan, model biaya rendah ini juga memunculkan pertanyaan terkait keberlanjutan ekonomi proyek. Industri kripto mencatat banyak proyek infrastruktur yang gagal karena tidak mampu menyeimbangkan biaya operasional dengan pendapatan jangka panjang.
Dalam konteks ini, keberhasilan Spacecoin akan menjadi studi kasus penting bagi proyek DePIN lainnya, khususnya terkait bagaimana insentif berbasis token dapat menopang operasional infrastruktur fisik.
Tahapan Teknologi dan Validasi Pasar
Spacecoin telah meluncurkan satelit pertamanya, CTC-0, pada Desember 2024 sebagai tahap validasi awal teknologi. Langkah ini diikuti rencana peluncuran tiga satelit CTC-1 pada periode November–Desember 2025 untuk pengujian jaringan antar-satelit.






