Sejak awal berdirinya, DeepMind telah menarik perhatian berbagai pihak karena pendekatan ilmiah dan visinya yang ambisius. Tidak mengherankan jika perusahaan besar seperti Google dan Facebook melihat DeepMind sebagai aset strategis untuk memperkuat dominasi mereka di sektor teknologi.
Mengapa Banyak Perusahaan Tertarik?
Ada beberapa alasan utama mengapa DeepMind menjadi incaran:
- Potensi teknologi AI jangka panjang
- Tim peneliti kelas dunia
- Kemampuan inovasi yang tinggi
- Posisi strategis dalam persaingan global teknologi
Faktor-faktor tersebut menjadikan DeepMind sebagai salah satu startup paling berharga di bidang AI pada saat itu.
Awal Negosiasi: Google Lebih Dulu Bergerak
Larry Page Memulai Pembicaraan
Menurut laporan, pembicaraan akuisisi pertama kali dimulai oleh co-founder Google, Larry Page, pada tahun 2013. Google melihat potensi besar DeepMind untuk memperkuat lini riset AI mereka.
Namun, pada tahap awal, Demis Hassabis dan Mustafa Suleyman—co-founder DeepMind lainnya—belum sepenuhnya yakin untuk menerima tawaran tersebut. Mereka masih membuka peluang untuk bekerja sama dengan perusahaan lain yang dinilai lebih sejalan dengan visi mereka.
DeepMind Mencari Mitra yang Tepat
Dalam proses ini, DeepMind tidak hanya mempertimbangkan nilai finansial, tetapi juga kesesuaian visi jangka panjang. Mereka ingin memastikan bahwa teknologi AI yang dikembangkan tidak hanya menjadi produk komersial, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi umat manusia.
Meta Masuk dalam Persaingan Akuisisi
Upaya Zuckerberg Mendekati DeepMind
Facebook, yang saat itu belum berganti nama menjadi Meta, ikut masuk dalam persaingan untuk mengakuisisi DeepMind. CEO Facebook, Mark Zuckerberg, diketahui активно mendekati para peneliti AI untuk memperkuat posisinya di industri tersebut.
Ia bahkan terbang ke California untuk bertemu dengan Amin Zoufonoun, Head of Corporate Development Facebook, guna membahas potensi kerja sama dengan DeepMind.
Tawaran Menggiurkan dari Facebook
Dalam negosiasi tersebut, Facebook menawarkan skema kompensasi yang menarik. Meski nilai saham yang ditawarkan lebih rendah dibanding Google, Facebook menjanjikan bonus besar bagi para pendiri DeepMind.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






