Penanganan intensif dilakukan sejak 25 Maret 2026 dengan melibatkan sejumlah dokter hewan, termasuk dari Khal’s Pet Care Bandung. Sempat membaik, Huru akhirnya mati pada 26 Maret 2026 pukul 07.30 Wib.
Pemeriksaan pascakematian menunjukkan kerusakan parah pada usus dan lambung, serta hasil uji yang juga mengonfirmasi positif FPV. Dari hasil pemeriksaan klinis, uji diagnostik, dan nekropsi, kedua anak harimau tersebut dipastikan mati akibat infeksi FPV.
Virus FPV dikenal sangat menular dan berbahaya, terutama bagi satwa muda karena menyerang sel-sel pada saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan serius.






