Berbagai fungsi dasar ponsel seperti penyaringan panggilan spam, prediksi teks saat mengetik, rekomendasi aplikasi, hingga pengaturan daya baterai memanfaatkan algoritma AI untuk menyesuaikan dengan kebiasaan pengguna. Bahkan peringatan cuaca dan pengingat aktivitas kini semakin kontekstual berkat pemrosesan data berbasis AI.
AI dan Evolusi Kamera Ponsel
Salah satu area yang paling dipengaruhi kecerdasan buatan adalah kamera ponsel. Samsung mencatat bahwa fitur seperti mode malam, pengenalan objek, pengoptimalan warna, serta penyesuaian pencahayaan foto merupakan hasil dari pemrosesan AI yang kompleks.
Pengguna cukup menekan tombol rana, sementara sistem AI bekerja menganalisis kondisi cahaya, objek, dan latar belakang untuk menghasilkan gambar terbaik. Proses ini berlangsung dalam hitungan detik tanpa intervensi manual, sehingga AI terasa seperti bagian alami dari pengalaman fotografi mobile.
Strategi AI Samsung: Fungsional, Bukan Sensasional
Samsung mengakui bahwa pendekatan pengembangan AI di ponsel Galaxy memang tidak menonjolkan label “AI” secara berlebihan. Teknologi ini dirancang agar menyatu dengan sistem dan mendukung produktivitas pengguna tanpa menambah kompleksitas.
Filosofi ini berangkat dari keyakinan bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang membantu tanpa terasa. AI bukan ditujukan sebagai fitur yang harus dipelajari, melainkan sebagai alat yang secara otomatis menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna.
Pendekatan tersebut terbukti efektif dari sisi penggunaan, namun di sisi lain memunculkan tantangan baru dalam hal edukasi dan pemahaman teknologi.
Ratusan Juta Perangkat Sudah Menggunakan Galaxy AI
Samsung mengungkap bahwa fitur Galaxy AI kini telah tersedia di lebih dari 400 juta perangkat di seluruh dunia. Pada lini flagship seperti Galaxy S dan Galaxy Z, sekitar 80 persen pengguna tercatat telah mencoba fitur AI yang disematkan.





