Lifestyle

Waspada! Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer Hingga 69 Persen

22
×

Waspada! Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer Hingga 69 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer Hingga 69 Persen
Ilustrasi Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer Hingga 69 Persen
75 / 100 Skor SEO

Waspada! Lonjakan Gula Darah Setelah Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer Hingga 69 Persen

XJABAR – Lonjakan gula darah setelah makan meningkatkan risiko Alzheimer hingga 69 persen, demikian temuan terbaru dari sebuah studi genetik berskala besar yang mengungkap kaitan kuat antara pengelolaan glukosa pasca-makan dan kesehatan otak jangka panjang. Temuan ini memperluas pemahaman ilmiah bahwa gangguan metabolisme tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berperan penting dalam proses penurunan fungsi kognitif dan munculnya penyakit neurodegeneratif.

Selama ini, perhatian publik lebih banyak tertuju pada kadar gula darah puasa atau diagnosis diabetes tipe 2. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lonjakan gula darah setelah makan atau hiperglikemia postprandial justru memiliki peran yang lebih spesifik dan berbahaya terhadap risiko Alzheimer, bahkan pada individu yang belum terdiagnosis diabetes.

Studi Genetik Ungkap Hubungan Gula Darah dan Alzheimer

Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of Liverpool yang menganalisis hubungan antara pengelolaan gula darah dan risiko penyakit Alzheimer. Para peneliti menegaskan bahwa meskipun hubungan antara diabetes, resistensi insulin, dan penurunan kognitif telah lama diketahui, mekanisme biologis yang mendasari hubungan tersebut masih belum sepenuhnya dipahami.

Dalam studi ini, para peneliti mencoba mengurai lebih jauh faktor mana dari gangguan metabolik yang paling berkontribusi terhadap kerusakan fungsi otak. Fokus mereka tidak hanya pada kadar gula darah saat puasa, tetapi juga respons tubuh terhadap asupan makanan, khususnya lonjakan glukosa dalam beberapa jam setelah makan.

Analisis Data Lebih dari 350.000 Partisipan

Untuk memperkuat temuan, penelitian ini menggunakan data genetik dan kesehatan dari lebih dari 350.000 partisipan UK Biobank berusia 40 hingga 69 tahun. Basis data ini dikenal luas sebagai salah satu sumber informasi kesehatan populasi terbesar dan paling komprehensif di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *