Pendekatan tersebut mengingatkan pada strategi workstation mobile atau laptop bisnis kelas atas, di mana margin keuntungan lebih diutamakan dibanding jumlah unit terjual. NexPhone, dalam konteks ini, bukan pesaing smartphone flagship, melainkan alternatif PC portabel.
Multiboot Android, Linux, dan Windows 11 sebagai Diferensiasi Utama
Menyatukan tiga ekosistem dalam satu perangkat
Keputusan NexPhone untuk menghadirkan tiga sistem operasi dalam satu perangkat merupakan diferensiasi bisnis yang signifikan. Android menyediakan ekosistem mobile yang matang, Linux menawarkan fleksibilitas dan kontrol penuh, sementara Windows 11 membuka akses ke pasar aplikasi desktop yang luas dan mapan.
Bagi pengguna profesional, kemampuan berpindah sistem operasi berarti efisiensi biaya dan waktu. Perusahaan tidak perlu menyediakan smartphone, laptop, dan perangkat tambahan secara terpisah. Satu NexPhone dapat mencakup kebutuhan komunikasi, pengembangan, hingga operasional bisnis.
Dari sudut pandang enterprise, pendekatan ini juga menyederhanakan manajemen perangkat. Pengelolaan keamanan, pembaruan sistem, dan data dapat dipusatkan pada satu perangkat utama, mengurangi kompleksitas infrastruktur IT.
Implikasi Hardware Kelas PC terhadap Struktur Biaya
Investasi teknologi dengan konsekuensi bisnis
NexPhone menggunakan prosesor berbasis arsitektur x86, sebuah keputusan yang membawa implikasi langsung terhadap struktur biaya produksi. Komponen kelas PC, RAM besar, serta penyimpanan berkecepatan tinggi tentu meningkatkan biaya manufaktur dibanding smartphone berbasis ARM.
Namun, bagi pasar yang dituju, biaya tersebut dapat dipandang sebagai investasi. Jika NexPhone mampu menggantikan fungsi laptop dan smartphone sekaligus, total biaya kepemilikan (total cost of ownership) justru berpotensi lebih rendah bagi perusahaan.





