Teknologi

Alibaba vs ByteDance: Chatbot AI Dibeli dengan Teh Susu

15
×

Alibaba vs ByteDance: Chatbot AI Dibeli dengan Teh Susu

Sebarkan artikel ini
Perusahaan teknologi besar China—termasuk Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance—menghabiskan lebih dari US$1,1 miliar secara gabungan untuk promosi chatbot AI selama periode liburan Tahun Baru Imlek.
Perusahaan teknologi besar China—termasuk Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance—menghabiskan lebih dari US$1,1 miliar secara gabungan untuk promosi chatbot AI selama periode liburan Tahun Baru Imlek.

Model integrasi serupa diterapkan pesaing. Doubao disematkan langsung ke Douyin—versi China dari TikTok—layaknya fitur pesan instan. Sementara Yuanbao milik Tencent tertanam di dalam WeChat dan tersambung ke WeChat Pay, platform pembayaran digital dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif.

Chatbot-chatbot ini tidak dirancang hanya untuk satu kategori transaksi. Cakupannya meliputi pembelian tiket pesawat, pemesanan transportasi, hingga penjadwalan janji dokter.

Analis: Ini Bukan Sekadar Promosi—Ini Perebutan Interface

Kyle Chan dari Brookings Institution membingkai persaingan ini dalam perspektif yang lebih luas dari sekadar perang diskon.

“Mereka melihat model AI sebagai titik awal antarmuka (interface) dengan segala hal lain yang Anda lakukan di dunia daring, dan bahkan mungkin, sampai tingkat tertentu, di dunia nyata,” jelas Chan.

Alibaba, menurut Chan, sedang berupaya menjadikan Qwen sebagai aplikasi serba bisa generasi berikutnya—mewarisi posisi super app yang selama ini diisi WeChat.

George Chen, analis teknologi di Asia Group Hong Kong, membandingkan situasi ini dengan pertempuran Alibaba melawan Tencent di sektor pembayaran digital satu dekade lalu.

“Sejarah sedang berulang,” ujar Chen, seraya meyakini bahwa persaingan ini berdampak positif bagi inovasi.

Promosi Imlek terbukti memicu kekacauan di sejumlah toko ritel akibat lonjakan pesanan yang tak terkendali—sekaligus mendorong jumlah pengguna ke rekor tertinggi.

Angka Pengguna Melonjak, Lalu Anjlok Lagi

Firma riset QuestMobile mencatat lebih dari 73,5 juta orang menggunakan Qwen pada 7 Februari, puncak periode promosi berlangsung. Alibaba sendiri belum merilis angka resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *