Model integrasi serupa diterapkan pesaing. Doubao disematkan langsung ke Douyin—versi China dari TikTok—layaknya fitur pesan instan. Sementara Yuanbao milik Tencent tertanam di dalam WeChat dan tersambung ke WeChat Pay, platform pembayaran digital dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif.
Chatbot-chatbot ini tidak dirancang hanya untuk satu kategori transaksi. Cakupannya meliputi pembelian tiket pesawat, pemesanan transportasi, hingga penjadwalan janji dokter.
Analis: Ini Bukan Sekadar Promosi—Ini Perebutan Interface
Kyle Chan dari Brookings Institution membingkai persaingan ini dalam perspektif yang lebih luas dari sekadar perang diskon.
“Mereka melihat model AI sebagai titik awal antarmuka (interface) dengan segala hal lain yang Anda lakukan di dunia daring, dan bahkan mungkin, sampai tingkat tertentu, di dunia nyata,” jelas Chan.
Alibaba, menurut Chan, sedang berupaya menjadikan Qwen sebagai aplikasi serba bisa generasi berikutnya—mewarisi posisi super app yang selama ini diisi WeChat.
George Chen, analis teknologi di Asia Group Hong Kong, membandingkan situasi ini dengan pertempuran Alibaba melawan Tencent di sektor pembayaran digital satu dekade lalu.
“Sejarah sedang berulang,” ujar Chen, seraya meyakini bahwa persaingan ini berdampak positif bagi inovasi.
Promosi Imlek terbukti memicu kekacauan di sejumlah toko ritel akibat lonjakan pesanan yang tak terkendali—sekaligus mendorong jumlah pengguna ke rekor tertinggi.
Angka Pengguna Melonjak, Lalu Anjlok Lagi
Firma riset QuestMobile mencatat lebih dari 73,5 juta orang menggunakan Qwen pada 7 Februari, puncak periode promosi berlangsung. Alibaba sendiri belum merilis angka resmi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






