Langkah tersebut bukan sekadar pembatalan satu produk, melainkan perubahan strategi besar-besaran. Intel menyadari bahwa mengejar angka GHz tanpa memperhatikan efisiensi hanya akan menemui jalan buntu.
Beberapa tahun kemudian, Intel merilis Core 2 Duo berbasis 65 nanometer, prosesor yang justru menurunkan konsumsi daya hingga sekitar 65 watt dengan performa nyata yang jauh lebih baik.
Dampak Jangka Panjang bagi Industri Prosesor
Kegagalan prosesor 7 GHz Intel menjadi titik balik penting bagi industri semikonduktor. Sejak saat itu, fokus pengembangan CPU bergeser dari kecepatan mentah ke efisiensi, jumlah inti, dan optimalisasi arsitektur.
Pendekatan baru ini melahirkan lini Intel Core, yang hingga kini menjadi fondasi prosesor modern Intel, baik untuk laptop, desktop, maupun server. Filosofi “kinerja per watt” terbukti lebih relevan dalam menghadapi tuntutan komputasi masa kini.
Pelajaran dari Ambisi yang Tak Pernah Dirilis
Meski tidak pernah sampai ke tangan konsumen, proyek Tejas tetap memiliki nilai historis yang besar. Prosesor 7 GHz Intel menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berarti melaju lebih cepat, tetapi melangkah lebih cerdas.
Dari kegagalan tersebut, Intel dan industri secara keseluruhan belajar bahwa inovasi sejati sering kali lahir dari keberanian untuk mengakui batas, lalu merancang ulang masa depan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.





