Rizka menyebut sebagian besar kasus dipicu oleh depresi dan tekanan hidup. Bahkan beberapa di antaranya tidak ingin kembali ke rumah setelah berhasil diselamatkan. Untuk itu, pihak kecamatan bekerja sama dengan dinas terkait guna memberikan pendampingan lanjutan, termasuk dukungan psikologis.
Selain pengawasan, Pemerintah Kecamatan Bandung Wetan juga mengusulkan pengamanan fisik di Flyover Pasupati. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang berada di bawah Kementerian PUPR.
Beberapa opsi yang dibahas antara lain pemasangan jaring pengaman atau pagar pembatas tambahan di sisi flyover. Namun rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis agar tidak memengaruhi struktur jalan.
Rizka mengakui pengawasan di kawasan tersebut cukup berat karena keterbatasan personel. Saat ini jumlah anggota Linmas di Kecamatan Bandung Wetan hanya sekitar 25 orang yang juga harus menangani berbagai tugas lain di wilayahnya. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan patroli dan pengawasan demi mencegah jatuhnya korban jiwa. (*)







