Fajri (21), seorang mahasiswa, mengaku bahwa thrifting menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup skena yang ia jalani. Menurutnya, membeli pakaian bekas justru memberikan kepuasan tersendiri karena memungkinkan seseorang tampil berbeda dan memiliki ciri khas personal.
“Kalau beli baru di mal, modelnya cenderung sama. Tapi kalau ngethrift, kita bisa dapat kaos band vintage atau model yang jarang dipakai orang. Di situ letak serunya,” ujar Fajri.
Pandangan serupa juga disampaikan Widya Alawiyah (25), penjaga toko kosmetik, yang merasa gaya skena membuatnya lebih percaya diri saat berinteraksi di lingkungan pertemanan.
“Kalau lagi nongkrong bareng teman-teman, aku lebih nyaman pakai outfit skena. Rasanya lebih bebas dan lebih jadi diri sendiri,” ungkapnya.
Antara Kenyamanan dan Stigma Sosial
Meski semakin populer, gaya skena tidak sepenuhnya diterima tanpa kritik. Sebagian masyarakat masih memandang gaya berpakaian ini dengan stigma tertentu, mulai dari dianggap terlalu santai, tidak rapi, hingga dinilai menyimpang dari norma berpakaian yang lazim. Namun, bagi generasi Z yang menjalani gaya hidup ini, perbedaan pandangan tersebut bukan menjadi penghalang.
Pengikut skena cenderung memegang prinsip untuk saling menghargai pilihan individu dan merayakan keberagaman ekspresi. Dalam praktiknya, skena justru menumbuhkan rasa solidaritas di antara sesama anggota komunitas, terutama mereka yang memiliki minat dan nilai yang sejalan.
Makna Skena Lebih dari Sekadar Fashion
Menariknya, skena juga kerap dimaknai sebagai akronim dari sua, cengkrama, dan kelana. Nilai ini mencerminkan kebiasaan anak muda untuk berkumpul, berinteraksi, serta menjelajahi berbagai ruang sosial, baik di kafe, acara musik, ruang kreatif, maupun sudut-sudut kota yang menjadi tempat bertukar gagasan.
Dalam perspektif ini, Skena Total bukan sekadar soal tampilan luar, melainkan tentang cara menikmati hidup dan membangun relasi sosial. Gaya hidup ini memungkinkan generasi Z menemukan ruang aman untuk berekspresi tanpa takut dihakimi, sekaligus membangun jejaring pertemanan yang lebih inklusif.
Skena Total sebagai Fenomena Sosial Generasi Z
Dari sudut pandang sosial dan budaya, menguatnya skena total di kalangan generasi Z mencerminkan perubahan nilai dalam masyarakat urban. Anak muda kini lebih menekankan keaslian, kenyamanan, dan kebebasan berekspresi dibandingkan pencitraan formal semata. Pilihan gaya hidup ini juga berkaitan erat dengan kebutuhan akan ruang sosial yang egaliter dan minim hierarki.






