Kurang dari 24 jam setelahnya, Jimmy Ba ikut mengundurkan diri setelah ketegangan dengan tim xAI atas tuntutan untuk mengerjakan kinerja model AI.
Perkembangan ini menunjukkan adanya dinamika internal yang cukup kompleks di dalam perusahaan.
Mengapa Para Co-Founder Meninggalkan xAI?
Masalah Struktur dan Arah Perusahaan
Kepergian Kroiss dan Nordeen dilaporkan hanya beberapa pekan setelah Musk mengklaim xAI tidak dibangun dengan benar sejak awal, sehingga sekarang sedang dibangun ulang dari fondasinya.
Pernyataan ini menunjukkan adanya evaluasi besar terhadap struktur dan strategi perusahaan.
Ketegangan Internal dan Tuntutan Kinerja
Beberapa laporan menyebutkan bahwa tekanan untuk meningkatkan performa model AI menjadi salah satu faktor yang memicu ketegangan di dalam tim.
Hal ini dapat berdampak pada keputusan individu untuk meninggalkan perusahaan.
Siapa Saja Tokoh Penting yang Telah Hengkang?
Tim Elit dari Perusahaan Teknologi Besar
Tim yang dikumpulkan Musk untuk mendirikan xAI bukan orang-orang sembarangan.
Ba merupakan salah satu penulis makalah optimisasi AI yang sudah dikutip lebih dari 95.000 kali, dan Szegedy hijrah ke xAI dari Google.
Igor Babuschkin, engineer kepala xAI, datang dari Google DeepMind.
Co-founder lainnya seperti Greg Yang, Toby Pohlen, Zihang Dai, Guodong Zhang, dan Kyle Kosic membawa pengalaman dari DeepMind, Google, Microsoft, dan OpenAI.
Kehilangan tim dengan latar belakang kuat ini menjadi tantangan besar bagi kelangsungan xAI.
Bagaimana Dampaknya terhadap Masa Depan xAI?
Restrukturisasi Perusahaan
Perusahaan itu belum lama ini diakusisi oleh SpaceX, yang menyatukan SpaceX, xAI, dan X (sebelumnya Twitter) di bawah satu payung perusahaan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






