“Saat ini, 12 dosen telah menyelesaikan program doktoral, sementara lainnya tengah menempuh studi magister dan spesialis, termasuk bidang Keperawatan Medikal Bedah (KMB) dan kebidanan,” kata Sri.
Tak hanya SDM, pengembangan sarana juga jadi fokus utama. Rampungnya gedung OSCE dan CBT dinilai mampu meningkatkan kelulusan mahasiswa dalam uji kompetensi.
“STIKES Budi Luhur juga menerima hibah penguatan PTS 2025 dari Kemendikti Saintek berupa peralatan laboratorium klinik berbasis IT senilai Rp 487 juta,” terang Sri.
Di bidang kemahasiswaan, prestasi pun terus mengalir. Mahasiswa STIKES Budi Luhur berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional, termasuk lolos seleksi dan meraih penghargaan pada ajang Student PBRI di Thailand.





