Lifestyle

4 Teknik Styling Scarf ala Alexandra Lapp x Buttonscarves

10
×

4 Teknik Styling Scarf ala Alexandra Lapp x Buttonscarves

Sebarkan artikel ini
Scarf bukan sekadar pelengkap outfit. Di tangan yang tepat, ia adalah elemen yang mengangkat keseluruhan tampilan dari biasa menjadi berkelas — dan kolaborasi antara influencer mode Jerman Alexandra Lapp dengan brand modest wear asal Indonesia
Scarf bukan sekadar pelengkap outfit. Di tangan yang tepat, ia adalah elemen yang mengangkat keseluruhan tampilan dari biasa menjadi berkelas — dan kolaborasi antara influencer mode Jerman Alexandra Lapp dengan brand modest wear asal Indonesia

Pilihan warna bisa kontras untuk statement yang lebih berani, atau senada untuk tampilan yang lebih clean dan kohesif. Styling ini menciptakan kesan elegan, mahal, dan modern — cocok untuk rapat kantor, pertemuan dengan kolega, atau aktivitas profesional di luar ruangan.

4. Scarf sebagai Aksesori Kepala

Teknik terakhir ini mungkin yang paling dikenal secara umum, terutama di Indonesia. Namun Alexandra menunjukkan pendekatan yang berbeda: scarf digunakan sebagai tudung kepala bergaya Eropa, bukan sebagai hijab yang menutup rambut dan leher sepenuhnya.

Langkah teknisnya: lipat scarf menjadi segitiga, letakkan di atas kepala, lalu ikat di bawah dagu atau di belakang leher. Dipadukan dengan kacamata hitam, tampilan ini menghasilkan look yang tegas dan polished. Saat dikombinasikan dengan outfit tailoring seperti blazer dan celana panjang, headscarf gaya ini bertransformasi menjadi statement piece yang memberi kesan rapih dan memiliki European elegance yang khas.

Kolaborasi Kreatif: Perpaduan Craftmanship Asia Tenggara dan Estetika Eropa

Kemitraan antara Alexandra Lapp dan Buttonscarves tidak berhenti pada demonstrasi styling. Keduanya terlibat langsung dalam proses perancangan dua produk baru: scarf dan tas.

Linda mengungkapkan bahwa Alexandra secara aktif memastikan setiap desain tetap merefleksikan gaya khasnya yang polished dan timeless. Di sisi lain, tim Buttonscarves memastikan bahwa visi Alexandra tetap selaras dengan karakter brand yang mengedepankan versatilitas dan kepraktisan pakai.

“Kami juga banyak mengeksplor keseimbangan antara detail khas craftmanship Asia Tenggara dengan sentuhan estetika Eropa yang lebih clean dan refined,” kata Linda.

Hasilnya terwujud dalam sembilan warna dan motif scarf dengan ciri khas motif yang structured dan elegan, palet warna yang dipilih untuk ketahanan tren jangka panjang, serta kesan tampilan yang terpoles namun tidak berlebihan. Produk syal tersedia dalam dua pilihan material: sutra dan premium voile.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *