Lampu dapat menyala saat penghuni memasuki ruangan dan mati ketika ruangan kosong. Pendingin udara dapat menyesuaikan suhu berdasarkan keberadaan orang, bukan sekadar jadwal waktu.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga efisiensi energi secara signifikan.
Privasi Lebih Terjaga Dibanding Kamera
Bagi banyak pengguna, kamera menjadi titik paling sensitif dalam sistem smart home. Kekhawatiran terkait privasi membuat sebagian orang enggan memasang kamera di dalam rumah.
WiFi Sensing menawarkan alternatif yang lebih ramah privasi. Teknologi ini tidak menangkap gambar atau suara, sehingga tidak ada data visual yang disimpan atau dikirim. Sistem hanya menganalisis perubahan sinyal radio untuk memahami aktivitas secara umum.
Solusi Ideal untuk Ruang Pribadi
Karena tidak membutuhkan pencahayaan dan dapat bekerja menembus dinding tipis, WiFi Sensing cocok diterapkan di kamar tidur, kamar mandi, atau ruang keluarga—area yang biasanya dihindari untuk pemasangan kamera.
Dukungan bagi Perawatan Lansia di Rumah
Dalam konteks rumah pintar, WiFi Sensing juga memiliki potensi besar untuk mendukung perawatan lansia. Sistem dapat mendeteksi pola aktivitas harian, termasuk waktu bangun tidur, durasi berada di kamar mandi, hingga kejadian jatuh.
Tanpa harus mengenakan perangkat khusus, penghuni lanjut usia tetap dapat dipantau secara pasif. Jika sistem mendeteksi pola yang tidak biasa, notifikasi dapat dikirim ke anggota keluarga atau tenaga medis.
Integrasi dengan Ekosistem Smart Home
Ke depan, WiFi Sensing diperkirakan akan terintegrasi langsung dengan platform smart home yang sudah ada. Router WiFi berperan sebagai pusat penginderaan, sementara perangkat lain bertindak sebagai eksekutor perintah.





