Teknologi

Galbot G-1: Robot Humanoid China yang Bisa Gantikan Kasir Minimarket

6
×

Galbot G-1: Robot Humanoid China yang Bisa Gantikan Kasir Minimarket

Sebarkan artikel ini
Galbot buka kios di Beijing yang dikelola robot humanoid G-1 tanpa operator manusia. Target 100 toko di China pada 2026. Ini ancaman nyata bagi kasir minimarket?
Galbot buka kios di Beijing yang dikelola robot humanoid G-1 tanpa operator manusia. Target 100 toko di China pada 2026. Ini ancaman nyata bagi kasir minimarket?

Robot Humanoid China Operasikan Kios Sendiri, Kasir Minimarket Terancam Tergantikan

XJABAR.COM – Galbot, perusahaan robotik asal China, pada Agustus 2025 membuka kios di Beijing yang dikelola sepenuhnya oleh robot menyerupai manusia. Inovasi ini memunculkan kekhawatiran nyata tentang masa depan pekerjaan kasir dan karyawan toko serba ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kios tersebut oleh Galbot disebut sebagai “toko pertama yang dioperasikan oleh humanoid otonom.” Langkah ini bukan sekadar eksperimen — Galbot sudah menyiapkan rencana ekspansi besar-besaran ke seluruh China dalam waktu dekat.

Mengenal Galbot G-1, Robot Humanoid di Balik Kios Beijing

Robot yang mengoperasikan kios itu adalah Galbot G-1, humanoid berlengan dua yang diluncurkan Galbot pada Juni 2024. Robot ini mampu bergerak ke seluruh penjuru kios untuk mengambil barang dan menyerahkannya langsung ke pelanggan — persis seperti karyawan manusia.

Perusahaan menyatakan kemampuan robot tersebut mencakup seluruh lini pelayanan dasar.

“Robot Galbot G-1 mengelola semua, melayani ribuan pelanggan tiap hari. Mulai dari menyapa, menyajikan minum, snack, dan obat. Galbot menangani tiap pesanan tanpa perintah dari jarak jauh, ditenagai oleh GroceryVLA dan GraspVLA,” kata perusahaan.

Dua sistem AI yang disebut — GroceryVLA dan GraspVLA — menjadi otak di balik kemampuan robot untuk mengenali produk, memahami perintah pelanggan, dan mengeksekusi gerakan pengambilan barang secara mandiri.

Rencana Ekspansi 100 Toko di 10 Kota

Galbot tidak berhenti di satu kios. CEO Galbot Wen Airong mengungkapkan ambisi membuka 100 toko di 10 kota di China pada 2026. Lokasi terbaru yang dibuka adalah kios di Summer Palace, salah satu pusat keramaian ikonik di Beijing.

Untuk mewujudkan ambisi itu, Wen dan timnya mengakui ada dua tantangan besar yang harus diatasi: menciptakan interaksi yang “lebih alami” antara robot dan pelanggan, serta meningkatkan kecepatan operasional robot secara keseluruhan.

Saat ini, gerakan Galbot G-1 masih cenderung lambat. Dari sisi fungsional, kemampuannya belum jauh berbeda dari vending machine — meski tampilannya humanoid dan tidak membutuhkan operator manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *