Model LLM seperti ChatGPT mampu merangkum ribuan halaman dokumen hukum dalam waktu singkat, memberikan referensi preseden, hingga menyusun analisis berbasis data. Dalam konteks medis, AI juga dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan diagnosis berdasarkan gejala yang diinputkan.
AI Lulus Ujian Sertifikasi Profesional
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa model AI generatif telah diuji pada ujian sertifikasi pengacara (bar exam) dan ujian lisensi medis di Amerika Serikat. Hasilnya, beberapa model mampu memperoleh nilai yang melebihi rata-rata peserta manusia.
Fakta ini memperkuat argumen bahwa AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga kompetitor dalam ranah profesional tertentu, khususnya pada pekerjaan berbasis kognitif dan analitis.
Ketimpangan Antara Kecepatan AI dan Sistem Pendidikan
Studi 5–8 Tahun Dinilai Terlalu Lambat
Program studi kedokteran, hukum, dan doktoral umumnya memakan waktu lima hingga delapan tahun. Tarifi menilai bahwa durasi tersebut tidak lagi sejalan dengan kecepatan evolusi AI.
Ia menegaskan bahwa ketika mahasiswa menyelesaikan studi mereka, teknologi AI mungkin sudah mengalami perubahan fundamental. Akibatnya, pengetahuan teoritis yang dipelajari selama bertahun-tahun bisa saja telah diotomatisasi oleh perangkat lunak.
“AI itu sendiri akan berubah secara fundamental pada saat Anda menyelesaikan studi tersebut,” ujar Tarifi.
Kurikulum Akademik Dinilai Tertinggal Zaman
Tarifi juga mengkritik sistem pendidikan formal yang dinilai belum beradaptasi dengan perubahan teknologi. Ia berpendapat bahwa metode pembelajaran berbasis hafalan dan ujian tertulis kurang relevan dalam era AI.
Menurutnya, mahasiswa perlu lebih cepat terjun ke dunia nyata untuk mengasah keterampilan praktis yang tidak mudah direplikasi oleh mesin.
Apakah Profesi Hukum dan Kedokteran Akan Hilang?
Bukan Hilang, tetapi Berubah
Tarifi tidak secara eksplisit menyatakan bahwa profesi hukum dan kedokteran akan lenyap. Namun, ia menekankan bahwa bentuk pekerjaannya akan berubah secara signifikan.






