Teknologi

Viral ‘Mata Tuhan’ Berbasis AI Petakan Detik-detik Serangan AS ke Iran dalam Rekonstruksi 4D

110
×

Viral ‘Mata Tuhan’ Berbasis AI Petakan Detik-detik Serangan AS ke Iran dalam Rekonstruksi 4D

Sebarkan artikel ini
Viral ‘Mata Tuhan’ berbasis AI petakan detik-detik serangan AS ke Iran menjadi perbincangan luas di platform X setelah seorang pengembang teknologi memanfaatkan kecerdasan buatan
Viral ‘Mata Tuhan’ berbasis AI petakan detik-detik serangan AS ke Iran menjadi perbincangan luas di platform X setelah seorang pengembang teknologi memanfaatkan kecerdasan buatan

Viral ‘Mata Tuhan’ Berbasis AI Petakan Detik-detik Serangan AS ke Iran dalam Rekonstruksi 4D

XJABAR.COM – Viral ‘Mata Tuhan’ berbasis AI petakan detik-detik serangan AS ke Iran menjadi perbincangan luas di platform X setelah seorang pengembang teknologi memanfaatkan kecerdasan buatan untuk merekonstruksi secara 4D operasi militer bertajuk Operation Epic Fury. Video visualisasi tersebut memperlihatkan gambaran konflik dari perspektif global lengkap dengan dimensi waktu yang dapat digeser menit demi menit, sehingga memunculkan julukan “Mata Tuhan” dari warganet.

Proyek ini dibagikan oleh Bilawal Sidhu, mantan Product Manager di Google yang kini fokus pada kecerdasan spasial dan pemodelan dunia digital. Dalam unggahannya di X (sebelumnya Twitter), Sidhu menjelaskan bahwa ia melepas “swarm” atau sekumpulan agen AI untuk mengumpulkan seluruh sinyal Open Source Intelligence (OSINT) yang tersedia secara publik sebelum data tersebut hilang dari cache internet.

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari tiga juta kali dan memicu ribuan respons, menandai pergeseran baru dalam cara publik mengakses dan memvisualisasikan informasi konflik global.

Apa Itu Proyek ‘Mata Tuhan’ dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Siapa, Apa, dan Kapan Proyek Ini Dibuat?

Proyek yang dijuluki “Mata Tuhan” ini muncul tak lama setelah dimulainya Operation Epic Fury pada 28 Februari 2026. Saat kabar serangan mulai tersebar, Sidhu mengaku langsung mengaktifkan agen-agen AI untuk merekam berbagai sinyal OSINT yang tersebar di internet.

Menurut penjelasannya, agen AI tersebut mengumpulkan data publik seperti pelacakan pesawat (ADS-B), pelacakan kapal (AIS), citra satelit Copernicus dan Landsat, serta laporan media sosial. Semua data tersebut kemudian diproses menjadi rekonstruksi 4D melalui sebuah tool bernama WorldView.

Sidhu menegaskan bahwa proyek ini tidak menggunakan proprietary data fusion atau data rahasia, melainkan sepenuhnya memanfaatkan sumber terbuka yang tersedia untuk publik.

Bagaimana Visualisasi 4D Dibangun?

Visualisasi yang dihasilkan menampilkan globe 3D interaktif dengan berbagai overlay data real-time. Pengguna dapat menggeser waktu untuk melihat perkembangan peristiwa secara kronologis.

Beberapa elemen yang divisualisasikan antara lain:

  • Pembersihan wilayah udara di atas Teheran
  • Penguncian koordinat serangan darat
  • Gangguan GPS skala besar
  • Perlintasan satelit Electro-Optical (EO) dan Synthetic Aperture Radar (SAR)
  • Zona larangan terbang di sembilan negara
  • Pergerakan armada kapal di Selat Hormuz

Antarmuka menampilkan jalur pesawat berwarna merah, zona jamming GPS berwarna hijau, serta label seperti “Iran Airspace Closed”. Tampilan tersebut sekilas menyerupai adegan film fiksi ilmiah, namun seluruhnya dibangun dari pemrosesan data publik berbasis AI.

Apa Itu Operation Epic Fury?

Latar Belakang dan Tujuan Operasi

Operation Epic Fury adalah operasi militer yang dipimpin Amerika Serikat bersama Israel dan dimulai pada 28 Februari 2026. Operasi ini menargetkan fasilitas nuklir, situs rudal, serta infrastruktur militer Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *