Lifestyle

Kenapa Menopause Bikin Gusi Berdarah dan Gigi Sensitif? Ini Jawabannya

9
×

Kenapa Menopause Bikin Gusi Berdarah dan Gigi Sensitif? Ini Jawabannya

Sebarkan artikel ini
Penurunan estrogen saat menopause sebabkan mulut kering, gusi rentan, hingga gigi keropos. Dokter gigi jelaskan dampaknya dan cara perawatan yang tepat.
Penurunan estrogen saat menopause sebabkan mulut kering, gusi rentan, hingga gigi keropos. Dokter gigi jelaskan dampaknya dan cara perawatan yang tepat.

Estrogen Turun saat Menopause, Gusi dan Gigi Ikut Kena Dampaknya

XJABAR.COM – Penurunan kadar estrogen selama menopause tidak hanya memicu gejala yang sudah umum dikenal seperti hot flash dan perubahan suasana hati — hormon yang sama juga secara diam-diam menggerus kesehatan gigi dan gusi, memicu komplikasi yang kerap tidak disadari hingga berkembang menjadi masalah serius.

Hal ini diungkapkan sejumlah dokter gigi spesialis kepada Today, Rabu (13/5/2026).

Mengapa Estrogen Sangat Penting bagi Kesehatan Mulut

Estrogen bukan sekadar hormon reproduksi. Dalam konteks kesehatan mulut, hormon ini memegang peran krusial dalam menjaga kesehatan jaringan gusi, mendukung kepadatan tulang rahang, dan mengatur produksi air liur.

Dokter gigi kosmetik dari Lipari & Mangiameli Dentistry, New York, Richard Lipari, menjelaskan bahwa ketika kadar estrogen merosot, serangkaian perubahan di dalam rongga mulut terjadi secara bersamaan dan saling memperburuk satu sama lain.

“Pendorong utamanya adalah penurunan estrogen, dan pada tingkat yang lebih rendah, progesteron,” kata dr. Lipari.

“Saat kadarnya menurun, aliran air liur berkurang, mikrobioma mulut bergeser, dan respons peradangan menjadi lebih jelas, membuat jaringan gusi lebih rentan,” ujarnya.

Empat Dampak Menopause pada Gigi dan Gusi yang Perlu Diwaspadai

Berkurangnya produksi air liur adalah titik awal dari efek domino yang paling berdampak luas.

Dokter gigi kosmetik di San Mateo, California, Lior Tamir, menegaskan bahwa air liur memiliki fungsi perlindungan aktif yang sering diremehkan. “Aliran air liur berperan besar dalam mencegah gigi berlubang dan mencegah penumpukan biofilm bakteri pada gigi,” katanya.

Tanpa pasokan air liur yang memadai, risiko gigi berlubang meningkat tajam. Dokter gigi kosmetik di New York City, Michael J. Wei, menambahkan bahwa minimnya air liur juga menjadi penyebab utama sensitivitas gigi dan penyakit gusi pada perempuan yang memasuki usia lanjut.

Lebih jauh, dr. Lipari mencatat adanya kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit periodontal dan pengeroposan tulang di sekitar gigi — kondisi yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas gigi secara keseluruhan dan sulit dipulihkan jika terlambat ditangani.

Gejala Bisa Muncul Sejak Perimenopause, Jauh Sebelum Menstruasi Berhenti

Satu hal yang kerap luput dari perhatian: masalah mulut tidak harus menunggu menopause tiba sepenuhnya untuk mulai dirasakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *