Teknologi

Ancaman AI ke Perusahaan Software, Jensen Huang Bantah Isu Bangkrut Massal

45
×

Ancaman AI ke Perusahaan Software, Jensen Huang Bantah Isu Bangkrut Massal

Sebarkan artikel ini
Ancaman AI terhadap perusahaan software terancam bangkrut menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial CEO Anthropic, Dario Amodei, memicu gejolak di pasar saham teknologi.
Ancaman AI terhadap perusahaan software terancam bangkrut menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial CEO Anthropic, Dario Amodei, memicu gejolak di pasar saham teknologi.

Ancaman AI ke Perusahaan Software, Jensen Huang Bantah Isu Bangkrut Massal

XJABAR.COM – Ancaman AI terhadap perusahaan software terancam bangkrut menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversial CEO Anthropic, Dario Amodei, memicu gejolak di pasar saham teknologi. Kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menggantikan software engineer dan bahkan fungsi software konvensional membuat saham perusahaan perangkat lunak rontok dalam beberapa waktu terakhir. Namun, CEO Nvidia Jensen Huang membantah anggapan tersebut dan menyebut pasar telah salah menilai dampak AI terhadap industri.

Polemik ini memperuncing perdebatan di kalangan pelaku industri, investor, dan analis pasar mengenai masa depan perusahaan software di tengah gelombang transformasi berbasis AI yang semakin agresif.

Pernyataan Dario Amodei Picu Gejolak Pasar

AI Disebut Bisa Gantikan Software Engineer

Kontroversi bermula dari pernyataan CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyebut bahwa AI sudah mampu menggantikan pekerjaan software engineer, bahkan juga fungsi-fungsi software yang ada saat ini. Pernyataan tersebut segera memicu kekhawatiran luas di industri teknologi, khususnya di sektor perangkat lunak.

Pandangan bahwa AI tidak hanya membantu, tetapi berpotensi menggantikan fungsi inti pengembangan software, dianggap sebagai ancaman langsung terhadap model bisnis tradisional perusahaan software.

Saham Software Rontok Berjamaah

Dampak pernyataan tersebut terasa cepat di pasar modal. Saham perusahaan software dilaporkan mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Investor merespons dengan aksi jual, mencerminkan ketidakpastian mengenai prospek jangka panjang industri ini di tengah disrupsi AI.

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya diskusi mengenai apakah AI akan menjadi katalis pertumbuhan atau justru pemicu krisis baru di sektor teknologi.

Jensen Huang: “Pasar Salah Menilai”

CEO Nvidia Buka Suara

Jensen Huang, CEO Nvidia yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri AI, menepis kekhawatiran bahwa perusahaan software akan kehilangan relevansinya.

“Saya rasa pasar telah salah menilai,” ujar Huang, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (27/2/2026).

Huang, yang dikenal memiliki kekayaan sekitar Rp2.500 triliun, menegaskan bahwa AI tidak akan menghilangkan kebutuhan terhadap software, melainkan mengubah cara software dikembangkan dan digunakan.

Agen AI sebagai Pengguna Alat

Menurut Huang, sebagian besar perusahaan justru akan memanfaatkan AI berbasis agen untuk mengembangkan software mereka sendiri dan meningkatkan efisiensi operasional. Ia menekankan bahwa agen AI tidak akan menggantikan software, melainkan memperkuat fungsinya.

“Itu mengapa kami mengatakan agen adalah pengguna alat,” ujarnya.

Sebagai contoh, Huang menyebut bahwa agen AI akan menggunakan berbagai alat seperti browser dan Microsoft Excel untuk menyelesaikan pekerjaan. Penggunaan alat-alat tersebut, menurutnya, akan meningkatkan produktivitas manusia, bukan menghapus peran software yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *