“Pada akhirnya kita membutuhkan alat untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dan menyajikan informasi kembali dengan cara yang bisa dipahami,” tambah Huang.
Perdebatan: AI Memperkuat atau Menggantikan Software?
Dua Pandangan Fundamental di Pasar
Aksi jual saham software mencerminkan dua pandangan berbeda yang berkembang di pasar.
Pertama, pandangan yang meyakini AI akan mengotomatisasi sebagian besar alur kerja, menekan harga layanan software, serta menurunkan hambatan masuk bagi pesaing baru. Dalam skenario ini, banyak perusahaan software tradisional berisiko kehilangan keunggulan kompetitif.
Kedua, pandangan yang melihat AI sebagai alat peningkat efisiensi yang justru memperluas fungsi software dan menciptakan peluang baru bagi perusahaan yang mampu beradaptasi.
Perdebatan ini menjadi semakin relevan ketika belanja investasi AI meningkat drastis di berbagai sektor.
Kekhawatiran AI Bubble
Sejumlah investor mulai menyuarakan kekhawatiran terkait lonjakan pengeluaran untuk investasi AI. Mereka menyoroti potensi munculnya “AI bubble”, yakni kondisi di mana valuasi perusahaan teknologi meningkat secara berlebihan tanpa didukung fundamental yang kuat.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh volatilitas saham di sektor teknologi, termasuk perusahaan software yang terdampak langsung oleh narasi disrupsi AI.
Risiko Nyata: Tidak Semua Perusahaan Akan Selamat
Peringatan dari Dan Niles
Dan Niles, pendiri dan manajer portofolio Nile Investment Management, mengingatkan bahwa tidak semua perusahaan software akan mampu bertahan dalam gelombang transformasi AI.
Menurut Niles, AI berpotensi mengotomatisasi alur kerja, menekan harga, dan menurunkan hambatan masuk bagi pesaing baru. Kondisi tersebut dapat menggerus margin keuntungan perusahaan software yang tidak memiliki diferensiasi kuat.
“Ada beberapa perusahaan software yang akan bangkrut,” ujar Niles.
Sektor yang Diprediksi Lebih Tangguh
Meski demikian, Niles memperkirakan perusahaan di sektor basis data dan keamanan siber memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan fundamental yang tetap relevan, bahkan dalam ekosistem AI yang semakin kompleks.
Basis data menjadi tulang punggung pengelolaan informasi, sementara keamanan siber menjadi semakin penting di tengah meningkatnya risiko serangan digital.
Dampak AI terhadap Model Bisnis Software
Otomatisasi dan Penurunan Hambatan Masuk
AI memungkinkan otomatisasi berbagai proses pengembangan software, termasuk penulisan kode, pengujian, dan debugging. Hal ini berpotensi menurunkan kebutuhan tenaga kerja tertentu sekaligus mempercepat siklus pengembangan produk.






