AMKI Karawang, lanjut Endang, akan mendorong jurnalis di daerah untuk melakukan verifikasi langsung ke desa-desa terdampak banjir, sekaligus membuka ruang bagi petani yang merasa belum tersentuh program serapan Bulog untuk bersuara.
“Media bukan musuh Bulog. Media adalah alat kontrol agar kebijakan benar-benar sampai ke petani,” jelasnya.
AMKI menegaskan, pengawasan ini penting agar perlindungan harga gabah benar-benar dirasakan petani secara merata, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap peran Bulog sebagai penyangga pangan nasional, khususnya di daerah lumbung padi seperti Kabupaten Karawang. (Sarmin)





