Berita

Bulog Klaim Serab Gabah Petani di Harga Rp 6.500 per Kilogram, Jangan Asal Ngomong

165
×

Bulog Klaim Serab Gabah Petani di Harga Rp 6.500 per Kilogram, Jangan Asal Ngomong

Sebarkan artikel ini
Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang, H. Endang Suryana, A.Md. (Sarmin/XJabar)
Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang, H. Endang Suryana, A.Md. (Sarmin/XJabar)

Ia menilai, di tengah kondisi banjir yang merendam ribuan hektare sawah, potensi disparitas antara klaim kebijakan dan realisasi lapangan sangat besar. Karena itu, AMKI mendorong Bulog Karawang untuk tidak alergi terhadap pengawasan media.

“Kalau memang Bulog hadir melindungi petani, maka tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Justru data penyerapan harus dipublikasikan secara rinci agar tidak menimbulkan kecurigaan atau persepsi bahwa ini hanya sekadar pencitraan,” tegasnya.

Bah Nuvo juga menyoroti syarat penyerapan gabah yang disebut harus sudah dirontokkan dan bersih dari jerami. Menurutnya, dalam kondisi pascabanjir, syarat tersebut berpotensi menjadi hambatan terselubung bagi petani kecil.

“Di lapangan, tidak semua petani terdampak banjir punya fasilitas pascapanen yang memadai. Kalau syarat teknisnya ketat, tapi dalam pernyataan disebut ‘any quality’, ini kontradiksi yang wajib dikritisi media,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Haris Bunyamin citarum saguling
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial atau mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan. Di era modern, tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia, termasuk kalangan santri—telah bergeser ke arah krisis lingkungan hidup, mulai dari pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim.

hari santri nasional
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional momentum tepat untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus membangun kemajuan bangsa. Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Yefi Abdullah, S.E., M.IP., mengajak masyarakat menjadikan semangat santri sebagai inspirasi melahirkan generasi yang kuat secara spiritual dan unggul dalam ilmu pengetahuan.