XJABAR.COM – China kembali mengambil langkah agresif dalam peta persaingan teknologi global. Melalui rencana aksi nasional bertajuk “AI+ Education” yang resmi diluncurkan pada 10 April 2026, Negeri Tirai Bambu ini tidak sekadar memperbarui teknologi sekolah, melainkan merombak total ekosistem pendidikannya dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Berbeda dari digitalisasi sekolah pada umumnya, program ini memposisikan kecerdasan buatan sebagai penggerak reformasi sistemik. Kementerian Pendidikan China menegaskan bahwa perombakan ini wajib dilakukan untuk menjawab tantangan ekonomi digital masa depan.
Langkah strategis ini sekaligus menempatkan China sejajar dalam perlombaan global bersama Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Singapura yang juga jorjoran berinvestasi pada pendidikan berbasis AI.
Sebelum masuk ke ruang kelas, pemerintah China lebih dulu merapikan fondasinya dengan mengonsolidasikan platform komputasi dan jaringan data yang sebelumnya terpisah. Langkah integrasi infrastruktur ini krusial agar distribusi sumber daya AI dapat merata ke ribuan sekolah di berbagai wilayah.
Penerapan kurikulumnya pun dirancang secara bertahap. Di tingkat SD dan SMP, fokus utamanya adalah membangun fondasi berpikir komputasional dan kemampuan pemecahan masalah.
Masuk ke perguruan tinggi, mata kuliah AI dibuka secara lintas disiplin untuk menjangkau bidang hukum, kedokteran, ekonomi, hingga seni. Sementara itu, bagi tenaga kerja, program vokasi dan lifelong learning digenjot untuk mempercepat proses reskilling serta upskilling.
Menariknya, reformasi ini turut menyasar tenaga pendidik secara langsung. Literasi AI kini resmi dimasukkan sebagai syarat wajib dalam sertifikasi dan lisensi mengajar. Artinya, kemampuan mengoperasikan teknologi AI bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan standar minimum bagi setiap guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan personal bagi para siswa.
Untuk merealisasikan ambisi besar ini, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran khusus yang didukung pula oleh investasi dari pemerintah daerah serta institusi sekolah. Skema pendanaan gotong royong ini menjadi kunci penentu agar pemerataan kualitas pendidikan AI dapat dirasakan secara nasional, tanpa terkendala disparitas ekonomi antarwilayah. (*)

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





