Yang menarik, Hong tidak sendirian. Ia berhasil membangun tim yang berisi:
- Mantan profesor Stanford yang pernah membimbingnya
- Peneliti dan insinyur dari Meta
- Alumni dan eks peneliti Google Brain
Kombinasi ini menjadikan Axiom Math sebagai salah satu startup AI berbasis matematika yang paling diperhatikan di kalangan riset global.
Jejak Anak Ajaib Matematika Sejak Usia Dini
Prestasi internasional sejak remaja
Carina Hong bukan nama baru di dunia matematika. Mengutip laporan Vietnam.Vn dan data dari American Mathematical Society (AMS), Hong dikenal sebagai anak ajaib matematika sejak usia belia.
Semasa tinggal di Guangzhou, Tiongkok, ia telah:
- Mendapat pelatihan formal di tim Olimpiade Matematika tingkat provinsi
- Mengikuti berbagai program matematika internasional prestisius, seperti:
- Ross Mathematics Program
- Stanford Math Camp
Program-program ini dikenal sangat selektif dan hanya menerima siswa dengan kemampuan matematika luar biasa.
MIT, Oxford, dan jalur akademik non-linear
Setelah masa remajanya, Hong melanjutkan studi sarjana di Massachusetts Institute of Technology (MIT), universitas yang secara konsisten berada di peringkat pertama dunia. Di MIT, ia menyelesaikan:
- Gelar ganda Matematika dan Fisika
- Dalam waktu hanya tiga tahun
Alih-alih langsung menempuh PhD, Hong memilih jalur berbeda. Ia melanjutkan Master Neurosains di Universitas Oxford, Inggris, sambil meneliti AI dan pembelajaran mesin di Gatsby Computational Neuroscience Unit.
Di Oxford, ia juga dianugerahi Beasiswa Rhodes, salah satu beasiswa paling prestisius di dunia.
Deretan Penghargaan Bergengsi Dunia Akademik
Pengakuan global atas kejeniusannya
Kapasitas intelektual Carina Hong telah diakui melalui berbagai penghargaan internasional, antara lain:
- Morgan Prize 2023
- Alice T. Schafer Prize 2022
- Maryam Mirzakhani Fellowship
Selain itu, ia telah menulis dan menerbitkan sejumlah makalah ilmiah di jurnal bereputasi, serta mempresentasikan risetnya di berbagai konferensi internasional ternama.
Penghargaan-penghargaan tersebut menegaskan bahwa keputusannya keluar dari Stanford bukan karena keterbatasan akademik, melainkan karena visi yang lebih luas terhadap masa depan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menggabungkan Matematika Murni dan Kecerdasan Buatan
AI dengan kemampuan bernalar, bukan sekadar menghitung
Fokus utama Axiom Math adalah membangun sistem AI yang mampu memecahkan persoalan matematika kompleks, termasuk masalah-masalah yang selama puluhan tahun menjadi teka-teki bagi para ilmuwan.






