Lifestyle

Ini Dia Sejarah dan Filosofi Ketupat Wajib Ada Disaat Lebaran

165
×

Ini Dia Sejarah dan Filosofi Ketupat Wajib Ada Disaat Lebaran

Sebarkan artikel ini
Bagi umat muslim di Indonesia ketupat menjadi makanan wajib ada saat lebaran. (Dadan/XJabar)
Bagi umat muslim di Indonesia ketupat menjadi makanan wajib ada saat lebaran. (Dadan/XJabar)

Tradisi ketupat kemudian identik dengan perayaan Idulfitri, bahkan berkembang dalam budaya “Lebaran Ketupat” yang biasanya dirayakan satu minggu setelah hari raya utama. Tradisi ini masih lestari di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa, sebagai bentuk syukur setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Secara etimologis, istilah ketupat atau “kupat” dalam bahasa Jawa memiliki makna filosofis “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Makna ini selaras dengan esensi Idulfitri sebagai momen saling memaafkan dan memperbaiki hubungan antarsesama manusia.

Selain itu, bentuk anyaman janur pada ketupat melambangkan kompleksitas kehidupan manusia. Anyaman yang saling silang menggambarkan berbagai kesalahan dan dinamika hidup yang tidak selalu berjalan lurus. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kekhilafan dalam perjalanan hidupnya.

Ketika ketupat dibelah, bagian dalamnya yang berwarna putih bersih melambangkan hati yang suci setelah menjalani bulan Ramadan. Warna putih tersebut menjadi simbol keberhasilan umat muslim dalam membersihkan diri dari dosa dan kembali ke fitrah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto istimewa
Lifestyle

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana mata seorang wanita langsung berbinar saat melihat deretan kilau kalung emas, cincin berlian, atau gelang yang elegan? Bagi sebagian kaum adam, ketertarikan ini seringkali dianggap sekadar hiasan biasa. Padahal, jika diselisik lebih dalam, perhiasan menyimpan makna dan daya tarik magis yang jauh melampaui banderol harganya.