Teknologi

Jensen Huang Tegaskan AI Tak Hancurkan Perusahaan Software, Nvidia Justru Optimistis

23
×

Jensen Huang Tegaskan AI Tak Hancurkan Perusahaan Software, Nvidia Justru Optimistis

Sebarkan artikel ini
AI hancurkan perusahaan software? Ini kata bos Nvidia menjadi sorotan setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, secara terbuka membantah anggapan bahwa perkembangan agen AI akan mematikan industri perangkat lunak perusahaan (enterprise software).
AI hancurkan perusahaan software? Ini kata bos Nvidia menjadi sorotan setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, secara terbuka membantah anggapan bahwa perkembangan agen AI akan mematikan industri perangkat lunak perusahaan (enterprise software).

Jensen Huang Tegaskan AI Tak Hancurkan Perusahaan Software, Nvidia Justru Optimistis

XJABAR.COM – AI hancurkan perusahaan software? Ini kata bos Nvidia menjadi sorotan setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, secara terbuka membantah anggapan bahwa perkembangan agen AI akan mematikan industri perangkat lunak perusahaan (enterprise software). Dalam pernyataannya kepada media, Huang menilai pasar telah salah memperhitungkan dampak kecerdasan buatan terhadap ekosistem software global.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran investor bahwa lonjakan investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI dapat menciptakan disrupsi permanen, termasuk potensi tergesernya perusahaan-perusahaan software tradisional. Namun, Nvidia justru menyampaikan pandangan sebaliknya: agen AI tidak akan menggantikan software, melainkan memanfaatkannya sebagai alat.

Pernyataan CEO Nvidia: Pasar Salah Menilai Ancaman AI

Jensen Huang Bantah AI Matikan Enterprise Software

Nvidia melalui CEO-nya, Jensen Huang, menyampaikan bahwa kekhawatiran mengenai AI yang menghancurkan perusahaan software tidak sepenuhnya tepat. Dalam wawancara dengan CNBC, Huang menegaskan bahwa pasar telah salah membaca arah perkembangan teknologi AI.

“Saya rasa pasar salah,” ujar Huang, menanggapi kekhawatiran bahwa agen AI akan mematikan industri enterprise software.

Menurutnya, sebagian besar perusahaan software justru akan mengadopsi agen AI untuk mengembangkan produk yang lebih canggih serta meningkatkan efisiensi operasional. Alih-alih menggantikan tool software yang sudah ada, agen AI akan berperan sebagai pengguna cerdas yang memanfaatkan alat-alat tersebut.

Agen AI sebagai Pengguna Tool, Bukan Pengganti

Huang menekankan bahwa agen AI tidak dirancang untuk menggantikan sistem atau aplikasi yang telah ada, melainkan untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan penggunaannya.

“Itu alasan kami juga mengatakan bahwa agen adalah pengguna tool,” jelasnya.

Ia mencontohkan berbagai alat yang sudah lama menjadi tulang punggung operasional perusahaan, seperti browser internet dan Microsoft Excel. Selain itu, ia menyebut sejumlah platform enterprise seperti Cadence Design Systems, Synopsys, ServiceNow, dan SAP sebagai contoh software yang tetap relevan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *