“Ada beberapa perusahaan nyata yang akan menjadi nol (bangkrut) di ruang perangkat lunak,” kata Niles.
Menurutnya, sektor yang berpotensi lebih tangguh adalah perusahaan yang bergerak di bidang basis data dan keamanan siber. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki fondasi kebutuhan yang kuat di era digital, termasuk dalam mendukung sistem AI itu sendiri.
AI dan Masa Depan Enterprise Software
Transformasi, Bukan Eliminasi
Perdebatan mengenai apakah AI akan menghancurkan perusahaan software pada dasarnya mencerminkan perbedaan sudut pandang tentang sifat disrupsi teknologi. Jensen Huang melihat AI sebagai alat transformasi yang memperluas fungsi software, bukan menggantikannya.
Dalam kerangka ini, enterprise software tidak akan hilang, melainkan berevolusi. Agen AI akan menjadi lapisan tambahan yang mengotomatisasi proses, menganalisis data, serta menjalankan tugas-tugas kompleks dengan memanfaatkan platform yang sudah ada.
Pandangan ini sejalan dengan pendekatan Nvidia yang memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur AI global, bukan sebagai pesaing langsung perusahaan software enterprise.
Kesimpulan: AI Hancurkan Perusahaan Software atau Perkuat Ekosistem?
AI hancurkan perusahaan software masih menjadi perdebatan di kalangan investor dan pelaku industri. Namun, menurut CEO Nvidia Jensen Huang, pasar telah salah menilai arah perkembangan ini. Agen AI tidak akan mematikan enterprise software, melainkan akan menggunakan dan memperkuatnya.
Dengan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi dan proyeksi pertumbuhan yang optimistis, Nvidia menunjukkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI masih sangat kuat. Di sisi lain, analis mengingatkan bahwa tidak semua perusahaan software akan bertahan dalam lanskap baru ini.
Yang jelas, perkembangan AI sedang membentuk ulang cara perusahaan beroperasi. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan mengubah industri software, melainkan siapa yang mampu beradaptasi dan menjadi pemenang dalam transformasi tersebut.






