Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut. Menurutnya, harga produk harus mencerminkan kondisi riil pasar agar perusahaan dapat terus berinvestasi pada kualitas dan inovasi.
Harga Smartphone dan Prioritas Konsumen
Bagi sebagian konsumen, smartphone bukan lagi barang sekunder, melainkan kebutuhan utama untuk bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Namun demikian, kenaikan harga tetap berpotensi menggeser prioritas belanja, khususnya di segmen menengah ke bawah.
Konsumen yang sebelumnya dapat menjangkau ponsel di kisaran Rp 1–2 juta, kini harus menyesuaikan ekspektasi atau menunda pembelian. Hal ini terlihat dari kenaikan harga pada model seperti Redmi A5 dan Poco C-Series, yang selama ini menjadi andalan konsumen dengan anggaran terbatas.
Segmen Flagship Masih Relatif Tahan
Berbeda dengan segmen entry-level, kenaikan harga pada lini flagship seperti Xiaomi 15T Series cenderung lebih mudah diterima oleh pasar. Konsumen di segmen ini umumnya memiliki daya beli lebih tinggi dan mempertimbangkan spesifikasi, performa, serta fitur premium sebagai nilai utama.



