Berita

Lepas Panah Pasopati Bapenda Jabar Target PAD Rp 19 Triliun Lebih

187
×

Lepas Panah Pasopati Bapenda Jabar Target PAD Rp 19 Triliun Lebih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260203 WA00841

“Pada 2026, Pajak Kendaraan Bermotor ditargetkan dapat dicapai sebesar Rp 6,2 triliun dan BBNKB senilai Rp 3,3 triliun,” ucap Deni. Bapenda tidak diam untuk segera merealisasikan sejumlah target tersebut.

Sejak awal 2026, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan sudah dilakukan, termasuk melakukan operasi gabungan khusus untuk mengejar penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Barat.

Operasi tersebut diperlukan karena masih terdapat sekitar 5 juta pemilik kendaraan di Jawa Barat yang belum membayar kewajibannya, meski sempat diberikan program insentif/keringanan pembayaran melalui program pemutihan denda pajak 2025.

Dikatakan Deni, operasi gabungan akan dilakukan secara masif di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat dan rutin dilakukan setiap bulan, bahkan setiap pekan di wilayah tertentu. Sebelumnya, kegiatan tersebut dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

erwan setiawan wagub jabar
Berita

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa pesatnya arus perkembangan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar budaya daerah. Ia mendorong agar bahasa, kesenian, dan adat istiadat Sunda terus dirawat serta menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari anak muda Jabar.

ekspor jabar
Berita

Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Barat menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan sukses menembus angka USD 242,18 juta, mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,81 persen dibanding tahun sebelumnya.

herman suryatman bersama pemuda sunda
Berita

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan pentingnya peran strategis pemuda Sunda dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya pada sektor pendidikan dan ekonomi. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam Simposium Pamuda Sunda Tahun 2026 di Auditorium Bale Rumawat, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.