Snap, perusahaan di balik Snapchat, juga mengambil langkah strategis dengan memisahkan bisnis kacamata AR mereka, Specs, ke dalam entitas anak usaha tersendiri agar lebih fokus secara operasional.
OpenAI Eksplorasi AI Wearable
Bahkan OpenAI, yang selama ini dikenal sebagai pengembang model AI, dikabarkan tengah mengeksplorasi perangkat wearable berbasis AI. Meski belum tentu berbentuk kacamata, perangkat tersebut diperkirakan hadir dalam wujud pin AI atau earbud pintar yang tetap mengusung konsep asisten AI kontekstual.
Tren ini menunjukkan bahwa industri teknologi secara luas melihat masa depan komputasi personal bergerak ke arah perangkat wearable yang lebih natural dan selalu terhubung dengan pengguna.
Meta Masih Memimpin Pengembangan Kacamata AI
Pengalaman Lebih dari Satu Dekade
Untuk saat ini, Meta masih berada di barisan terdepan dalam mendorong adopsi AI smart glasses. Sejak 2021, perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California, tersebut telah meluncurkan beberapa model kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Ray-Ban dan Oakley.
Pengalaman panjang dalam mengembangkan perangkat wearable dan ekosistem AI menjadi keunggulan kompetitif Meta dibandingkan para pesaingnya.
Visi Kacamata AI sebagai Asisten Sepanjang Hari
Zuckerberg membayangkan kacamata AI bukan hanya berfungsi sebagai kamera atau asisten suara sederhana. Di masa depan, perangkat ini akan mampu melihat apa yang dilihat pengguna, mendengar apa yang mereka dengar, lalu memberikan bantuan secara kontekstual sepanjang hari.
Dengan kemampuan tersebut, kacamata AI diharapkan dapat membantu navigasi, komunikasi, konsumsi konten, hingga pekerjaan profesional tanpa harus mengeluarkan smartphone dari saku.
Ray-Ban Display dan Neural Band Jadi Langkah Besar Meta
Kacamata Pintar dengan Layar Terintegrasi
Langkah terbaru Meta adalah meluncurkan Ray-Ban Display, kacamata pintar pertama mereka yang dilengkapi layar terintegrasi. Berbeda dari model sebelumnya yang hanya menggunakan lensa biasa, Ray-Ban Display menghadirkan layar mini yang dapat menampilkan informasi secara virtual.
Pengguna dapat menonton video, membaca pesan, hingga membalas teks tanpa menghalangi pandangan. Layar ini dirancang untuk menghilang secara otomatis saat tidak digunakan, sehingga tetap nyaman dipakai sehari-hari.
Kontrol dengan Meta Neural Band
Untuk mengendalikan Ray-Ban Display, Meta memperkenalkan Meta Neural Band, sebuah gelang canggih berbasis elektromiografi (EMG). Perangkat ini mampu membaca sinyal saraf dari gerakan tangan pengguna, lalu menerjemahkannya menjadi perintah digital.
Teknologi ini memungkinkan interaksi yang lebih natural dan minim sentuhan, mendekati visi komputasi tanpa layar yang selama ini diimpikan industri teknologi.
Ramalan Mark Zuckerberg kacamata AI mungkin terdengar ambisius, namun arah industri menunjukkan bahwa prediksi tersebut bukan tanpa dasar. Dengan semakin banyaknya perusahaan teknologi besar yang masuk ke pasar AI smart glasses, kacamata pintar berpeluang menjadi perangkat komputasi utama berikutnya.






