Teknologi

Militer AS Tetap Gunakan Anthropic AI Claude dalam Operasi Serangan ke Iran Meski Dilarang

29
×

Militer AS Tetap Gunakan Anthropic AI Claude dalam Operasi Serangan ke Iran Meski Dilarang

Sebarkan artikel ini
Militer AS pakai Anthropic AI Claude untuk serang Iran, padahal baru dilarang menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa teknologi kecerdasan buatan tersebut masih digunakan
Militer AS pakai Anthropic AI Claude untuk serang Iran, padahal baru dilarang menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa teknologi kecerdasan buatan tersebut masih digunakan

Kemampuan analitis inilah yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi militer AS.

Mengapa Penggunaan Ini Menjadi Kontroversial?

Larangan dari Presiden dan Status Transisi

Kontroversi muncul karena penggunaan AI Anthropic terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah larangan. Namun, instruksi tersebut memberikan masa transisi selama enam bulan untuk memensiunkan sistem secara bertahap.

Celah masa tenggang inilah yang dimanfaatkan oleh militer AS untuk tetap menggunakan Claude dalam operasi yang sedang berjalan. Pentagon dilaporkan masih mengalami kesulitan mencari pengganti AI yang setara dari sisi kemampuan analitis.

Pernyataan Menteri Pertahanan

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melabeli Anthropic sebagai risiko keamanan nasional. Pernyataan tersebut memperkuat narasi bahwa penggunaan teknologi ini tidak lagi sejalan dengan kebijakan keamanan pemerintah.

Namun, kebutuhan operasional di lapangan tampaknya membuat transisi tidak bisa dilakukan secara instan.

Sikap CEO Anthropic dan Awal Polemik

Penolakan Akses untuk Senjata Otonom

Polemik bermula dari sikap CEO Anthropic, Dario Amodei, yang secara tegas menolak memberikan akses model AI Claude kepada pemerintah AS jika digunakan untuk sistem senjata otonom dan program pengawasan massal.

Keputusan tersebut dipandang sebagai langkah etis perusahaan dalam membatasi penggunaan AI untuk tujuan yang berpotensi melanggar prinsip hak asasi dan privasi.

Perbandingan dengan OpenAI

Langkah Anthropic kontras dengan kebijakan pesaingnya, OpenAI. CEO OpenAI, Sam Altman, baru-baru ini mengumumkan kesepakatan dengan Departemen Perang AS untuk menggelar model AI ChatGPT di jaringan rahasia pemerintah.

Kesepakatan tersebut memicu gelombang kritik di media sosial, termasuk kampanye bertajuk “Cancel ChatGPT” di platform seperti X dan Reddit. Publik menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologi AI dapat digunakan untuk pengawasan massal di bawah regulasi keamanan nasional pasca-insiden 9/11.

Dampak terhadap Industri AI dan Persepsi Publik

Pergeseran Tren Pengguna

Laporan Business Insider mencatat bahwa keteguhan prinsip Anthropic yang menolak tunduk pada tuntutan militer justru menuai simpati publik. Banyak pengguna dilaporkan membatalkan langganan ChatGPT dan beralih menggunakan Claude.

Fenomena ini menunjukkan bahwa faktor etika dan kebijakan perusahaan dapat memengaruhi preferensi konsumen di industri AI.

Claude Naik ke Puncak App Store

Imbas dari eksodus pengguna tersebut, aplikasi Claude dilaporkan meroket ke posisi nomor satu di daftar aplikasi gratis terpopuler Apple App Store pada akhir pekan lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *