“Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa beratnya rasanya,” tulisnya.
Seorang manajer Oracle lain menyebut PHK ini bukan sekadar kehilangan pekerjaan, melainkan juga hilangnya ruang untuk berkembang dan membangun karier.
Oracle Bukan Satu-satunya

Oracle tidak bergerak sendirian. Gelombang efisiensi tenaga kerja di sektor teknologi global tengah mengalir deras. Amazon sebelumnya memangkas sekitar 16.000 karyawan, sementara Block Inc. mengurangi sekitar 4.000 pekerja dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya menyebut pergeseran prioritas ke investasi AI sebagai faktor utama.
Pola ini membentuk tren yang sulit diabaikan: anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk tenaga kerja kini secara sistematis dipindahkan ke infrastruktur komputasi AI dan pengembangan model.
AI Menggantikan Pekerjaan? Jawabannya Lebih Kompleks
H.P. Newquist, konsultan dan analis dari firma pelacak AI The Relayer Group, memberikan perspektif yang lebih bernuansa. Menurutnya, PHK Oracle tidak sepenuhnya dipicu oleh otomatisasi AI secara langsung.
“PHK memiliki sedikit atau tidak ada hubungannya dengan penggunaan AI yang diterapkan untuk menggantikan karyawan,” tegasnya.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






