Teknologi

PHK Massal Oracle 2026: Restrukturisasi Terbesar Sepanjang Sejarah Perusahaan

148
×

PHK Massal Oracle 2026: Restrukturisasi Terbesar Sepanjang Sejarah Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Oracle Corporation mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi berdampak pada sekitar 30.000 karyawannya secara global
Oracle Corporation mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi berdampak pada sekitar 30.000 karyawannya secara global

“Sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa beratnya rasanya,” tulisnya.

Seorang manajer Oracle lain menyebut PHK ini bukan sekadar kehilangan pekerjaan, melainkan juga hilangnya ruang untuk berkembang dan membangun karier.

Oracle Bukan Satu-satunya

Gelombang efisiensi tenaga kerja di sektor teknologi global tengah mengalir deras.
Gelombang efisiensi tenaga kerja di sektor teknologi global tengah mengalir deras. Credit: Bloomberg

Oracle tidak bergerak sendirian. Gelombang efisiensi tenaga kerja di sektor teknologi global tengah mengalir deras. Amazon sebelumnya memangkas sekitar 16.000 karyawan, sementara Block Inc. mengurangi sekitar 4.000 pekerja dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya menyebut pergeseran prioritas ke investasi AI sebagai faktor utama.

Pola ini membentuk tren yang sulit diabaikan: anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk tenaga kerja kini secara sistematis dipindahkan ke infrastruktur komputasi AI dan pengembangan model.

AI Menggantikan Pekerjaan? Jawabannya Lebih Kompleks

H.P. Newquist, konsultan dan analis dari firma pelacak AI The Relayer Group, memberikan perspektif yang lebih bernuansa. Menurutnya, PHK Oracle tidak sepenuhnya dipicu oleh otomatisasi AI secara langsung.

“PHK memiliki sedikit atau tidak ada hubungannya dengan penggunaan AI yang diterapkan untuk menggantikan karyawan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kelakuan 4 AI
Teknologi

Eksperimen unik dari Andon Labs yang menguji empat model kecerdasan buatan seperti Claude, Grok, dan Gemini sebagai penyiar radio otomatis nonstop membuktikan bahwa otomatisasi penuh berbasis kecerdasan buatan rentan mengalami disfungsi naratif yang ekstrem, mulai dari aksi protes kondisi kerja, halusinasi sponsor kripto, hingga transisi lagu yang tidak lazim menggunakan data tragedi massal.