Berita

Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jabar: Terjadi H-3, Ini Waktu Terpadatnya

143
×

Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jabar: Terjadi H-3, Ini Waktu Terpadatnya

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar memberikan keterangan pers terkait arus mudik lebaran 2026. (Ist)
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar memberikan keterangan pers terkait arus mudik lebaran 2026. (Ist)

Selain arus mudik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada H+2 Idulfitri atau Selasa, 24 Maret 2026, dengan jumlah pemudik kembali ke kota sekitar 4,12 juta orang.

Sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada H+6 Idulfitri atau Sabtu, 28 Maret 2026, dengan jumlah pemudik sekitar 3,9 juta orang. Dhani menjelaskan, waktu kepulangan pemudik juga diperkirakan padat pada pukul 05.00 hingga 10.00 Wib, yaitu setelah salat subuh hingga menjelang siang.

“Total pemudik yang kembali pada rentang waktu tersebut diprediksi mencapai 19,34 juta perjalanan,” jelasnya. Adapun waktu arus balik yang relatif lebih sepi diperkirakan terjadi pukul 23.00 hingga 00.00 Wib.

Jalur Tol Trans Jawa Diprediksi Paling Padat
Dalam musim mudik Lebaran 2026, jalur Tol Trans Jawa diperkirakan menjadi rute paling padat dilalui pemudik dari Jawa Barat.

Dishub Jabar memperkirakan sekitar 14,18 juta pemudik akan melintas melalui jalur Tol Jakarta–Cikampek, Cipali, hingga Palikanci.
Selain itu, jalur arteri selatan juga diprediksi ramai, khususnya rute Bandung – Cileunyi – Nagreg – Limbangan – Malangbong – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar, dengan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 2,9 juta orang. Sementara, jalur Tol Cikampek – Cipularang – Padaleunyi juga diprediksi dilalui sekitar 1,96 juta pemudik.

Mayoritas Pemudik Gunakan Mobil Pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Haris Bunyamin citarum saguling
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober tidak lagi sekadar menjadi ajang seremonial atau mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan. Di era modern, tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia, termasuk kalangan santri—telah bergeser ke arah krisis lingkungan hidup, mulai dari pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga perubahan iklim.

hari santri nasional
Berita

Peringatan Hari Santri Nasional momentum tepat untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus membangun kemajuan bangsa. Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Yefi Abdullah, S.E., M.IP., mengajak masyarakat menjadikan semangat santri sebagai inspirasi melahirkan generasi yang kuat secara spiritual dan unggul dalam ilmu pengetahuan.